PPP ke KPI: Media yang Tayangkan Sinetron Tanpa Prokes Mesti Ditindak

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 11:31 WIB
Anggota DPR dari Fraksi PDIP dan PPP menjadi pembicara dalam Diskusi Dialektika Demokrasi. Diskusi itu membahas perihal TKI yang dihukum mati tanpa notifikasi.
Syaifullah Tamliha (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Presenter Deddy Corbuzier mengkritik Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait protokol kesehatan (prokes) pemakaian masker di acara talkshow dan sinetron. PPP menilai KPI harus menindak media yang menayangkan sinetron tanpa menerapkan protokol kesehatan.

"KPI harus memberikan pelajaran agar media yang menayangkan sinetron tanpa protokol kesehatan mesti ditindak, karena media tersebut jelas-jelas melanggar prokes tersebut," kata elite PPP Syaifullah Tamliha kepada wartawan, Senin (15/2/2021).

Lebih lanjut, Tamliha menilai KPI memiliki kewenangan menindak media yang tak taat prokes. Ia juga berharap KPI tidak melakukan tebang pilih terhadap media yang menayangkan sinetron tanpa prokes.

"Gunakan kewenangan yang dimiliki KPI," tuturnya.

Menurut anggota Komisi I DPR RI itu, KPI juga harus sensitif terhadap situasi normal baru pandemi COVID-19. Karena itu, ia menyarankan KPI ikut melakukan penyesuaian.

"KPI juga mesti menyesuaikan zaman dengan sensitif terhadap kehidupan normal baru agar para artis juga terselamatkan," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Deddy Corbuzier menyoroti aturan KPI soal protokol kesehatan COVID-19 di acara-acara televisi. Deddy menyinggung soal pemakaian masker di acara talkshow dan sinetron.

Lihat juga video 'Saran KPI Sebelum TV Digital Mengudara':

[Gambas:Video 20detik]



Simak di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2