Cerita Jemaat di Jakbar Imlek Saat Pandemi: Antre Doa-Tak Kumpul Keluarga

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 12 Feb 2021 11:12 WIB
Suasana imlek di Vihara Dharma Bhakti, Jakbar.
Suasana Vihara Dharma Bhakti Jakbar (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Jemaat Vihara Dharma Bhakti merasakan perbedaan perayaan imlek tahun ini dengan dari tahun sebelumnya. Perbedaan tampak melalui protokol kesehatan COVID-19 yang wajib dipatuhi.

Salah satu anggota jemaat bernama Andi (42) menceritakan bahwa protokol kesehatan COVID-19 diterapkan sejak memasuki area peribadatan. Ia pun harus mengantre cukup lama dengan menjaga jarak aman.

"Ada (mengantre) setengah jam lebih," kata Andi kepada wartawan di Vihara Dharma Bhakti, Jakarta Barat, Jumat (12/2/2021).

Setelah berhasil memasuki area peribadatan, Andi menyebut pembatasan kembali diterapkan. Hal ini membuat durasi berdoa menjadi berkurang.

"Sebenernya sih ini agak dibatasi saja ya. Nggak terlalu lama-lama (berdoa). Soalnya banyak yang ngantri kan. Kasihan juga yang ngantre banyak panjang," jelasnya.

Anggota jemaat lainnya bernama Maria (73) mengakui tak ada kerumunan pada perayaan Imlek kali ini. Yang ada, sebut Maria, antrean ketika memasuki area peribadatan.

"Woah, (dulu) ramai. sekarang enak sih, cuman kan ngantrenya (pas ibadah) ke Tuhan itu. Saya lama ngantre-nya," ucapnya.

Namun Maria merasa ada yang kurang selama di perayaan Imlek tahun ini. Sebab ia tak bisa berkumpul bersama keluarga dari luar kota karena pandemi virus COVID-19.

"Nggak. Kalau yang di Bandung nggak bisa masuk di Jakarta kan harus tes COVID. Yang di luar negeri juga nggak bisa pulang, jadi di sini saja," jelasnya.

"Iya, heeh (mengurangi kebahagiaan). Masaknya udah masak banyak, nggak ada yang makan," sambungnya.

Terakhir, jemaat bernama Chandra tetap bersyukur bisa diberi kesempatan untuk berdoa di vihara. Ia pun beribadah dengan mematuhi prokes COVID-19.

"Pastinya berbeda. Prokes juga diterapkan. Pastinya kita sebagai umat ikuti aturan aja. Terima kasih masih diberikan kesempatan untuk beribadah, kita sangat berterima kasih sekali," ungkap Chandra.

"Tahun ini kita harapkan pandemi segera berakhir. kita berdoa bersama," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Pembina Vihara Dharma Bakti, Yusuf Hamka, memastikan tak ada pemangkasan tradisi. Yang ada adalah penerapan protokol kesehatan.

Tak hanya itu, kini vihara mengubah jam buka untuk waktu ibadah dari pukul 05.00 WIB hingga 18.00 WIB. Hal ini untuk meminimalisir kepadatan.

Pantauan di lokasi, Jumat (12/2), jemaat berdatangan di Vihara Dharma Bakti sejak pagi hari. Mayoritas mereka datang bersama keluarganya. Jemaat tampak khusyuk melakukan ibadah.

Tak terlihat adanya kepadatan saat jemaat beribadah. Di tengah pandemi ini, jemaat yang beribadah di Vihara Dharma Bhakti dibatasi maksimal 50 orang.

Lihat Video: Mengintip Geliat Imlek di Glodok yang Tak Seramai Tahun Lalu

[Gambas:Video 20detik]

(ibh/ibh)