Round-Up

Kecaman Promo Nikah Dini Aisha Weddings: dari KPAI hingga Menteri

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 07:31 WIB
Wedding in the mountains Mangup in Crimea
Foto: Ilustrasi pernikahan dini (Thinkstock)
Jakarta -

Wedding organizer bernama Aisha Weddings dikecam banyak pihak. Warganet, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Komisi VIII DPR RI hingga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Bintang Puspayoga, mengecam Aisha Eddings.

Kecaman itu menuai lantaran Aisha Weddings mempromosikan fasilitas menikah untuk anak usia 12. Promosi fasilitas menikah untuk anak usia 12 tahun di-posting Aisha Weddings di situsnya.

Tanpa banyak basa-basi, KPAI bertindak. KPAI mengadukan Aisha Weddings ke Mabes Polri.

"Sesuai tugas KPAI, kita sedang melayangkan surat terkait kasus tersebut ke Mabes Polri," ujar komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra, saat dimintai konfirmasi, Rabu (10/2).

Pelaporan yang KPAI lakukan sesuai dengan UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014. KPAI menyebut banyak pihak yang resah dengan promosi pernikahan dini yang dilakukan Aisha Weddings.

"Jadi sesuai dengan UU Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014 dalam Pasal 76 huruf G terkait tugas KPAI: memberikan laporan kepada pihak berwajib tentang adanya dugaan pelanggaran terhadap undang-undang ini. Kita sudah melakukan koordinasi dengan Mabes Polri terkait kasus ini untuk ditindak lanjuti oleh penegak hukum terkuat dugaan pelanggaran dari informasi yang disampaikan WO tersebut," jelas Jasra.

KPAI tentu mengecam promosi nikah usia 12 tahun yang dilakukan Aisha Weddings. Sebab, berdasarkan kajian dan penelitian pernikahan dini berdampak buruk terhadap segala aspek.

"Pertama, mengecam terhadap orang yang membuat informasi tersebut. Apalagi dampak pernikahan usia muda ini banyak kajian dan penelitian menyatakan bahwa pernikahan usia anak berdampak pada keberlanjutan pendidikan anak, kesiapan mental pasangan anak yang masih labil dan usia anak adalah usia bermain, kesiapan reproduksi anak perempuan dalam mengandung dalam usia anak, dampak ekonomi keluarga anak yang sulit mengakses pekerjaan formal karena anak tidak menamatkan pendidikan, bahkan beberapa kasus melanjutkan kemiskinan keluarga sebelumnya. Jadi dampaknya sangat luar biasa terhadap tumbuh kembang anak dan masa depan anak kita," papar Jasra.

Komisi VIII DPR menilai promos pernikahan dini Aisha Weddings melanggar UU Perlindungan Anak. Komisi VIII pun meminta polisi mengusutnya.

"Saya kira polisi harus menelusuri Aisha Weddings, yang mempromosikan pernikahan di bawah umur. Ini telah menyalahi UU Perlindungan Anak dan UU Perkawinan," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Rabu (10/2).

"Tindakan menikahkan anak di bawah umur merupakan tindakan yang melanggar hukum. Kami minta kepolisian mengusut yang bersangkutan," imbuhnya.

Tak hanya KPAI dan Komisi VIII yang mengecam promosi pernikahan dini Aisha Weddings. MenPPPA Bintang Puspayoga juga bersikap serupa.

Simak di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2