Polda Papua Identifikasi Pelaku Penembakan Intan Jaya: Undinus Kogoya

Aufa Saiman - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 13:51 WIB
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw (Saiman/detikcom)
Jakarta -

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menjenguk korban penembakan di Intan Jaya, Papua. Irjen Paulus juga menyatakan sudah mengidentifikasi pelaku penembakan, yakni Undinus Kogoya, adik Tandi Kogoya.

"Kita sudah identifikasi, pelakunya Undinus Kogoya, adik Tandi Kogoya," kata Paulus Waterpauw, Rabu (10/2/2021).

Lebih lanjut Kapolda Papua menyatakan saat ini korban dalam kondisi baik. Irjen Paulus mengungkapkan bahw korban sadar dan bisa diajak komunikasi. Menurutnya, saat ini korban didampingi istri dan tengah menjalani perawatan di RSUD Mimika.

"Kondisi korban membaik, didampingi istri, bisa diajak komunikasi," Kata Paulus Waterpauw.

Diketahui, seorang warga di Intan Jaya ditembak dari jarak dekat oleh KKB saat hendak membeli minyak tanah pada Senin (8/2) pukul 17.30 WIT di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa. Korban sudah dievakuasi ke rumah sakit.

Momen penembakan terjadi saat korban Ramli NR memanggil istrinya, M. KKB menembak korban Ramli NR di depan mata istrinya.

"Korban memanggil saksi karena ada yang menjual minyak tanah, kemudian pelaku menyampaikan kepada saksi bahwa dia tidak membawa jeriken minyak tanah dan meminta jeriken kepada saksi. Saat saksi hendak membalikkan badan untuk mengambil jeriken, pelaku langsung menodongkan senjata kepada korban dan menembak korban dengan senjata api laras pendek," ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal.

Setelah menembak korban, pelaku melarikan diri. Istri korban pun berteriak meminta bantuan setelah melihat peristiwa tersebut. Masyarakat di sekitar lokasi panik dan berlarian.

Selain ke warga sipil, KKB mengancam Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni. Sampai-sampai Natalis Tabuni mengaku lebih sering di luar daerah karena merasa menjadi target.

"Memang benar Bupati Intan Jaya sempat mengaku khawatir bila lama di wilayahnya karena ancaman KKB," kata Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, Selasa (9/2), seperti dilansir Antara.

(hel/hel)