Jejak Pelindung Anak Perkosa Korban Perkosaan Berujung Kebiri-20 Tahun Bui

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 17:35 WIB
Palu Hakim Ilustrasi
Ilustrasi palu hakim. (Ari Saputra/detikcom)
Lampung Timur -

Mantan oknum pekerja Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur, DA, telah divonis 20 tahun penjara. Dia dinyatakan bersalah memerkosa ABG yang merupakan korban pemerkosaan.

Peristiwa ini berawal saat DA dilaporkan ke polisi karena diduga memperkosa N yang masih pelajar. DA diduga memerkosa korban pada saat menjalani trauma healing.

Korban ditangani oleh P2TP2A Lampung Timur karena menjadi korban pencabulan oleh sang paman pada Januari 2020. Namun, saat melakukan konseling itu, korban malah diperkosa oleh DA.

Kasus ini kemudian dikecam keras banyak pihak dan diminta diusut tuntas. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga menilai pelaku bisa dikenai pemberatan hukuman berupa hukum kebiri.

Polisi kemudian menetapkan dan menahan DA. Proses penyidikan berjalan hingga DA disidang.

"Subdit IV Renata Dirkrimum Polda Lampung melimpahkan perkara pencabulan oknum anggota P2TP2A tahap kedua ke jaksa penuntut umum (JPU) Lampung Timur dan sudah dinyatakan lengkap (P21)," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Kamis (10/9/2020).

"Pelaku disangkakan Pasal 76D juncto 81 UU 23/2014 dan UU 17/2016, di mana hukuman sesuai pasal tersebut maksimal 15 tahun kurungan pidana ditambah sepertiga apabila dia seorang wali dan sebagainya. Kemudian juga denda Rp 5 miliar. Bahkan berdasar PP 1/2016, itu bisa diberi ancaman hukuman mati, diberi suntikan kimia, dipasangkan alat deteksi, dan pembukaan identitas pelaku," kata Kombes Pandra, Kamis (16/7).

Persidangan berjalan. DA didakwa dengan dakwaan kesatu Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 81 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo UU No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 76D UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Atau dakwaan kedua adalah Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 82 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo UU No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 76E UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Setelah melewati sejumlah persidangan, majelis hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Sukadana, Lampung Timur, menjatuhkan hukuman kebiri terhadap predator seksual kepada DA. Selain itu, DA dihukum 20 tahun penjara.

Majelis menyatakan DA bersalah melakukan ancaman kekerasan dan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya sebagaimana diatur dalam dakwaan alternatif kesatu penuntut umum.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa DA oleh karena itu dengan pidana penjara selama 20 tahun dan denda Rp 800 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," kata ketua majelis Etik Purwaningsih dalam sidang di Gedung PN Sukadana, Jalan Sempurna Jaya, Lampung Timur, Selasa (9/2/2021).

Dian juga dijatuhi biaya restitusi kepada korban sebesar Rp 7,7 juta. Bila tidak membayar biaya itu, harta DA akan dilelang. Bila tidak mampu membayar, diganti 3 bulan kurungan.

"Menjatuhkan tindakan berupa kebiri kimia kepada terdakwa untuk jangka waktu paling lama 1 tahun dilaksanakan setelah terpidana menjalani pidana pokok," ucap majelis yang beranggotakan Ratna Widianing Putri dan Liswerny Resngsina Debataraja.

Lihat Video: Dua Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menjalankan Kebiri Kimia

[Gambas:Video 20detik]



(haf/dkp)