Risma Terima Bantuan untuk Korban Bencana Rp 500 Juta dari Sido Muncul

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 14:16 WIB
Sido Muncul memberikan bantuan untuk korban bencana kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini, Senin (8/2/2021).
Foto: Jihaan Khoirunnisaa/detikcom
Jakarta -

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menyerahkan bantuan untuk korban bencana alam lewat Kementerian Sosial (Kemensos). Bantuan berupa uang tunai senilai Rp 500 juta tersebut diserahkan secara simbolik oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

"Kami ikut prihatin atas peristiwa-peristiwa yang membuat masyarakat sampai kehilangan tempat tinggal, beberapa bahkan kehilangan nyawanya," ujar Irwan saat memberikan bantuan di Gedung Kementerian Sosial, Senin (8/2/2021).

Sementara itu, Risma memberikan apresiasi. Ia mengatakan bantuan yang diberikan Sido Muncul akan bermanfaat bagi masyarakat yang terkena musibah bencana alam.

"Atas nama pemerintah, kami ucapkan terima kasih kepada PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul yang telah memberikan sumbangsihnya untuk saudara-saudara kami yang saat ini sedang mengalami kesedihan, kepedihan karena bencana," ujarnya.

"Tidak semua bisa kami penuhi dengan APBN, karena itu dengan sumbangan ini mudah-mudahan akan juga membantu meringankan beban saudara-saudara kami yang sedang berduka akibat bencana, " imbuhnya.

Lebih lanjut Risma mengatakan pihaknya akan mengelola bantuan yang diterima secara akuntabel dan transparan. Hal ini dimaksudkan agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan tepat jumlah kepada masyarakat yang membutuhkan. Sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik kepada pemerintah, khususnya Kementerian Sosial.

"Kami umumkan pemberian dan penerimaannya. Yang kami lakukan akan kami tampilkan di website Kementerian Sosial, sehingga apa-apa yang dibantu bisa tepat kepada penerima manfaat yang memang seharusnya menerima. Itu akan kami lakukan dengan transparan," tegasnya.

Soal strategi penyaluran bantuan, Risma menjelaskan saat ini dirinya tengah melakukan mapping terkait daerah terdampak bencana yang memerlukan bantuan. Namun, ia menilai bahwa bantuan berupa alat produksi lebih dibutuhkan, mengingat bantuan tersebut bisa mendongkrak kehidupan masyarakat pascabencana. Di samping itu, Kementerian Sosial juga terus berkoordinasi dengan kementerian terkait guna mencegah adanya bantuan yang tumpang tindih.

"Misalkan dampak dari ombak yang besar di Sulawesi Utara, itu ada permintaan perahu. Nah ini sekarang kami koordinasi dengan Kementerian Kelautan Perikanan untuk bagaimana perahu ini bisa dibantu," jelas Risma.

Risma berharap, langkah inisiatif seperti yang dilakukan Sido Muncul dapat mendorong pihak lain untuk ikut bergerak memberikan bantuan bagi korban bencana alam di sejumlah daerah.

(prf/ega)