Bantah PD, Eks Staf KSP Klaim Moeldoko Sehari 3 Kali Jumpa Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 07 Feb 2021 18:53 WIB
Moeldoko ke Istana (Andhika Prasetia/detikcom).
Foto: Moeldoko (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) menuduh Kepala Staf Presiden Moeldoko mencari teman ngopi karena sudah jarang diajak Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mantan staf Kantor Staf Presiden Bambang Beathor Suryadi mengklaim Jokowi bisa tiga kali dalam satu hari bertemu Moeldoko.

Beathor awalnya menyebut Moeldoko sebagai sosok yang dipilih Jokowi dan eks Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono. Dia meyakini, jika disodorkan empat nama capres pada 2014, SBY akan memilih Moeldoko.

Moeldoko sosok yang dipilih SBY dan Jokowi. Semua warga negara yang mampu dan pantas punya hak untuk mimpi jadi presiden. Ada 4 nama yang sudah digadang-gadang untuk Calon Presiden 2014. Tiga orang saat ini sedang menjadi Gubernur, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Ridwan Kamil, satu lagi ketua partai, Prabowo Subianto," kata Beathor, kepada wartawan, Minggu (7/2/2021).

"Jika 4 nama ini diajukan kepada SBY, mana yang akan dia pilih? Maka nama Moeldoko yang akan dipilihnya ketika Moeldoko juga disebut," imbuhnya.

Beathor juga meyakini Jokowi akan bersikap seperti SBY. Presiden Jokowi, sebut dia, memahami kualitas informasi yang diberikan Moeldoko.

"Tak beda dengan Jokowi. Nama Moeldoko ikut menjadi pilihannya di banding 4 nama yang lain. Dalam memilih figur pemimpin, faktor kedekatan juga menjadi penentu. SBY lama kenal dan bergaul dengan Moeldoko dan tentu paham tentang kelebihan dan kekurangannya juga tentang kegemarannya," sebut Beathor.

"Sedangkan Jokowi, sehari mungkin 3 kali jumpa Moeldoko, seperti makan obat. Pertemuan itu tentu untuk membahas situasi dan kondisi. Jokowi paham atas kualitas informasi dari Kepala KSP-nya," sambung dia.

Namun, Beathor menyadari ada satu kekurangan Moeldoko, yakni dia bukan berstatus sebagai kader partai. Tapi, menurut Beathor, kemampuan Moeldoko dalam berpolitik sudah terbukti.

"Problem Moeldoko adalah partai politik. Jika nantinya Moeldoko didukung SBY untuk maju calon presiden, tentu SBY juga berharap Partai Demokrat reborn, berjaya kembali," terang Beathor.

"Kekuatan kemampuan politik Moeldoko juga sudah teruji pada Pilpres 2019, ikut menjadi tim kemenangan nasional Jokowi-Ma'ruf Amin. Moeldoko menjadi sahabat para relawan," lanjut Beathor.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak video 'Tangkisan-tangkisan Moeldoko soal Isu Kudeta Demokrat':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2