Sosok Eks Kasat Reskrim Polres Wonogiri: Suka Bercanda-Sigap Bekerja

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 22:52 WIB
Mantan Kasat Reskrim Polres Wonogiri, Kompol Aditia Mulya jadi korban pengeroyokan saat melerai perkelahian 2 kelompok silat
Mantan Kasat Reskrim Polres Wonogiri, Kompol Aditia Mulya jadi korban pengeroyokan saat melerai perkelahian 2 kelompok silat. (dok. istimewa)

Di antara anggota Detasemen 38/Setia, Kompol Didik Sulaiman yang paling sering menjenguk Kompol Aditia. Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang ini bersyukur, tempat dinasnya berdekatan dengan rumah Kompol Aditia.

Didik dapat disebut memiliki ikatan emosional dengan Kompol Aditia. Semasa di Akpol, mereka tinggal satu barak.

"Keakraban saya dan Adit terbentuk dari kami pendidikan di Akademi Kepolisian tahun 2003 sampai 2006. Jadi kalau saya menengok ke sana, dia berupaya komunikasi dengan saya. Cuman karena sampai saat ini beliau masih ada keterbatasan secara fisik, yang terlihat hanya meneteskan air mata," cerita Didik.

Didik mengaku kerap mengajak bicara Kompol Aditia saat menjenguk. Obrolannya ringan saja, tambah Didik, hanya untuk memecah suasana sedih.

"(Kompol Aditia) cuma melek. Jadi kalau saya di sisi kanan, saya panggil 'Dit, Didik datang, Dit', dia berusaha mencari sumber suara dari mana. Kemudian kalau saya ke sebelah kiri, 'Dit, aku di sini, kita dolan (main) ke mana yuk Dit. Udud yuk udud (merokok yuk, merokok)', (Kompol Aditia) berusaha nengok ke kiri, berupaya mencari sumber suara," tutur Didik.

"Paling nanti tangannya saya genggam, tapi saya tahu Adit berupaya menggenggam balik, lebih erat lagi. Tapi dia tidak bisa," imbuh Didik.

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya RamdhaniKasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani (kanan) (Aris Arianto/detikcom)

Didik mengaku sudah 7 bulan tak menjenguk Kompol Aditia. Kondisi pandemi Corona (COVID-19) membuat dia takut menjenguk sahabatnya.

"Terakhir menjenguk fisik tahun 2020 tepatnya 1 Juli 2020, Hari Bhayangkara. Mengapa selama itu tenggat waktunya? Mohon maaf karena situasinya lagi COVID-19 seperti ini, sayanya khawatir kalau saya menjenguk ke sana secara fisik, justru mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan," jelas Didik.

Didik menyampaikan dirinya sangat berharap Kompol Aditia pulih secepatnya. Salah satu yang dirindukan Didik dari Kompol Aditia adalah candaannya.

"Kalau kita berkumpul bersama teman, kalau ada dia, ya udah yang ada ketawa semua. Orangnya seperti itu, suka ngebanyol (bercanda). Makanya kita merasa, ya Tuhan, orang yang selama ini sering membuat kita bisa ketawa, sekarang kondisinya seperti itu. Kami dari angkatan (Akademi Kepolisian 2006), mohon doanya saja, semoga bisa disembuhkan dan Adit bisa beraktivitas seperti sedia kala." ungkap Didik.

Simak reaksi teman-teman saat tahu Kompol Aditia dikeroyok dan upaya galang dana di halaman berikutnya.