Top 5 News

Bupati Sabu Raijua Minta Maaf, Ekonomi RI 2020 Terburuk Sejak Krismon 98

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 21:56 WIB
Top 5 News Januari 2021
Foto: detikcom
Jakarta -

Bupati terpilih Sabu Raijua, Orient P Riwu Kore, buka suara soal heboh diketahui masih berkewarganegaraan Amerika Serikat berdasarkan data dari Kedubes AS. Orient P Riwu Kore mengatakan sudah ada yang mengurus soal masalah itu dan ia meminta maaf.

Di samping itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan itu membahas perlindungan WNI, pekerja migran, hingga isu kudeta militer di Myanmar.

Selain dua berita di atas, ada beberapa berita lainnya yang menjadi perbincangan hangat hari ini. Berikut Top 5 News edisi Jumat (5/2/2021).

1. Bupati Terpilih Sabu Raijua Minta Maaf

Bupati terpilih Sabu Raijua, Orient P Riwu Kore, buka suara soal heboh diketahui masih berkewarganegaraan Amerika Serikat berdasarkan data dari Kedubes AS. Orient P Riwu Kore mengatakan sudah ada yang mengurus soal masalah itu.

"Itu sudah ada yang ngurus prosesnya, saya minta maaf," kata Orient P Riwu Kore seusai pertemuan dengan Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Lotharia Latif, KPU, dan Bawaslu setempat di Polda NTT, Jumat (5/2/2021).

Ia mengaku maju di Pilkada Kabupaten Sabu Raijua karena amanat orang tua. "Hanya saya rencana awal calon sebagai Sabu Raijua karena hanya dengan amanat orang tua," ujarnya.

Baca selengkapnya: Bupati Sabu Raijua Minta Maaf

2. Jokowi dan PM Malaysia Bahas Perlindungan TKI hingga Masalah Myanmar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan itu membahas perlindungan WNI, pekerja migran, hingga isu kudeta militer di Myanmar.

"Tadi saya sudah juga menyampaikan beberapa kepada Perdana Menteri Muhyiddin bahwa setiap saat ada masa-masa kecil atau masa-masa sedang kita bisa langsung telepon jam berapa pun. Jadi saya kira ini hubungan yang sangat baik dan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Muhyiddin berjalan dengan baik, terbuka, dan komprehensif," kata Jokowi dalam jumpa pers bersama Muhyiddin yang disiarkan kanal YouTube Setpres, Jumat (5/2/2021).

Jokowi mengapresiasi kerja sama pemerintah Malaysia dalam perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia, terutama semasa pandemi COVID-19. Jokowi mengatakan, dalam pertemuan itu, dia juga menekankan pentingnya pembuatan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) baru terkait perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI).

Baca selengkapnya: Jokowi dan PM Malaysia Bahas Perlindungan TKI hingga Masalah Myanmar

3. Ekonomi 2020 Minus 2%, Terburuk Sejak Krismon 98

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 tercatat -2,07% (year on year). Angka ini menjadi catatan terburuk sejak kejadian krisis moneter 1998, 22 tahun silam.

"Dengan demikian sejak 1998 untuk pertama kalinya pertumbuhan ekonomi alami kontraksi karena adanya krismon dan global, dan di 2020 minus 2,07% karena pandemi," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/2/2021).

Saat itu, krisis ekonomi berkepanjangan membawa ekonomi Indonesia pada 1998 mengalami kontraksi hingga 13,16%. Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) saat itu juga tembus Rp 16.650 dari yang awalnya Rp 2.000.

Baca selengkapnya: Ekonomi 2020 Minus 2%, Terburuk Sejak Krismon 98

4. Gading Marten Ikhlas Jika Gisel dan Wijin Menikah

Gading Marten mengaku ikhlas jika mantan istrinya, Gisella Anastasia atau Gisel menikah dengan Wijin. Gading bahkan merasa turut berbahagia untuk Gisel.

Ia juga menceritakan sempat bertemu Wijin dan Gisel dalam satu meja. Ia menyebut siap membantu apapun yang dia bisa. Padahal sebelumnya Gisel belum memperkenalkan Wijin ke Gading.

Baca selengkapnya: Gading Marten Ikhlas Jika Gisel dan Wijin Menikah

5. Marzuki Alie Bantah Berharap Disapa AHY

Partai Demokrat (PD) menilai kritik Marzuki Alie terhadap Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai harapan agar AHY menyapa eks Sekjen PD itu. Menanggapi kritik itu, Marzuki Alie meminta AHY menunjukkan sikap kesantunan yang diajarkan oleh Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Marzuki Alie sebelumnya melontarkan kritik mulai adanya biaya politik calon kepala daerah dari Partai Demokrat hingga kurangnya komunikasi Agus Harimurti Yudhoyono terhadap senior Partai Demokrat.

"Saya, dia itu anak muda. Anak muda itu biar santun. Pak SBY itu ajarkan kesantunan loh. Ajarkan kesantunan, kecerdasan. Itu ajaran Pak SBY, tunjukkanlah. Dia itu adalah darahnya SBY, ideologisnya SBY, tunjukkan. Jangan menunjukkan arogansi," ujar Marzuki Alie saat dihubungi wartawan, Jumat (5/2/2021).

Marzuki Alie mengaku tidak pernah ingin disapa oleh AHY. Namun Marzuki Ali meminta AHY mengklarifikasi langsung mengenai isu kudeta PD yang diduga melibatkan dirinya.

Baca selengkapnya: Marzuki Alie Bantah Berharap Disapa AHY

[Gambas:Video 20detik]




(ega/ega)