detikcom Do Your Magic

Transmigran di Aceh Utara Ingin Jalan Aspal: Kami Jangan Dianaktirikan

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 20:16 WIB
Jalan Lhoksukon arah Buket Hagu, Aceh Utara. (Dok Desa Buket Hagu)
Jalan Lhoksukon arah Buket Hagu, Aceh Utara. (Dok Desa Buket Hagu)

Dia bercerita, pada Maret 2020, dia pernah bersurat ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Pihak Kementerian merespons suratnya.

Akhir 2020, empat desa transmigrasi di Aceh Utara, termasuk Buket Hagu, dipanggil oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Aceh Utara. Dia mendapatkan informasi pembangunan pedesaan akan digulirkan. Namun tak lama kemudian, pandemi COVID-19 melanda dunia, Aceh Utara ikut kena dampaknya.

"Sudah ada anggaran untuk pengerasan peningkatan jalan. Karena pandemi, semua program dibatalkan," ujarnya.

Jalan menuju Desa Buket Hagu bak kubangan lumpur. Warga mulai dari pekerja hingga anak sekolah selalu kesusahan melewati jalan ini bila sedang hujan, karena lumpur bakal sulit dilewati roda kendaraan.

Jalan menuju desa transmigrasi Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, rusak. (Wahyu via Pasangmata)Jalan menuju desa transmigrasi Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, rusak. (Wahyu via Pasangmata)
Jalan menuju Desa Buket Hagu di Aceh Utara diperbaiki. (Dok Pemkab Aceh Utara)Jalan menuju Desa Buket Hagu di Aceh Utara diperbaiki. (Dok Pemkab Aceh Utara)

Kini, perkerasan jalan telah rampung dilakukan. Tanah permukaan jalan sudah ditimbun dengan batu-batu. Kondisi lebih baik. Namun, warga tetap butuh kondisi jalan yang lebih kuat, yakni aspal.

"Total panjang jalan dari Ibu Kota Kabupaten Aceh Utara, Lhoksukon, ke Desa Buket Hagu adalah 15 km. Sepanjang 6 km dari 15 km jalan ini belum diaspal," kata Arifin sambil menunjukkan kondisi jalan yang kanan-kirinya berupa kebun sawit ini.

Halaman

(dnu/tor)