Wishnutama Cerita Perjalanan Karier, Belajar Sabar Saat Jadi Menteri

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 19:01 WIB
Jakarta - Program Ngobrol Sore Semaunya (NSS) memasuki episode perdana di 2021 dengan menghadirkan Wishnutama sebagai bintang tamu. Bersama Putri Tanjung, di episode ke-20 NSS, Wishnutama membicarakan perjalanan kariernya.

Sebagaimana diketahui, Wishnutama mengawali perjalanan kariernya di dunia pertelevisian hingga menjadi seorang Direktur Utama Trans TV serta Trans 7. Ia pun akhirnya membuat TV sendiri dan sempat menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Disinggung perihal berhentinya sebagai Menteri, Wishnutama mengungkap bahwa saat ini ia merasa lega karena bisa kembali melampiaskan ide-ide kreatif yang harus terhenti saat ia menjadi menteri. Ia pun mengungkap saat ini mulai kembali membantu startup baru untuk berkembang.

Wishnutama menilai meski di tengah pandemi, setahun hingga dua tahun ke depan akan ada banyak kesempatan yang harus bisa dimanfaatkan. Menurutnya, masyarakat harus jeli melihat kesempatan-kesempatan tersebut. Ia pun berbagi pelajaran saat menjadi menteri yang menurutnya paling penting, yaitu belajar sabar.

"Jadi menteri itu pelajaran yang paling berharga buat saya karena setelah sekian lama saya berada diprivate sector, pelajaran pertama buat saya adalah sabar. Karena birokrasi dan lain sebagainya. Nggak bisa kita mau mengubah sesuatu dalam semalam, segala sesuatunya butuh waktu, proses, akuntabilitas dan lain sebagainya mesti dijalankan. Proses birokrasi dan sebagainya ini juga jadi pelajaran tersendiri, sesuatu game yang berbeda dengan di swasta," ujar Wishnutama dalam tayangan NSS Ep.20 - Wishnutama: Gaji Besar Namun Memilih Keluar di channel Youtube CXO Media, dikutip Jumat (5/2/2021).

Ia menjelaskan ketertarikannya di dunia pertelevisian justru dimulai saat belajar militer di Amerika. Ia menyadari Amerika Serikat bisa menjadi negara super power karena dua hal yaitu, militernya yang kuat dan juga komunikasinya atau media.

"Jadi dua hal ini harus jalan untuk menjadi negara super power, militer menguasai secara fisik, media menguasai secara pikiran. Saat itu saya menyadari bahwa media is very powerful, bahwa media punya pengaruh yang luar biasa kalau kita mau membuat segala sesuatu menjadi lebih baik. Akhirnya saya belajar komunikasi di Boston setelah itu," jelasnya.

Pengalamannya belajar militer, dinilai Wishnutama memberi banyak pelajaran untuk karier yang ia jalani selama ini, terutama mengenai leadership atau kepemimpinan, juga teamwork.

CXO MediaFoto: Dok. CXO Media

Wishnutama menjelaskan mengenai kepindahannya dari Trans TV dan Trans 7 untuk membuat TV sendiri. Ia mengungkap dirinya merasa terlalu nyaman dengan segala sesuatu yang ada di posisinya dulu.

"Jadi dulu saya merasa terlalu nyaman di sini, segala sesuatu sudah sangat cukup bahkan boleh dibilang dimanja dengan segala sesuatunya. Penghasilan luar biasa, nggak ada yang ngalahin lah penghasilan saya pada saat itu. Saya takut saya itu spoiled dan tidak inovatif lagi, karena inovasi dan kreativitas itu biasanya timbul dalam kondisi tidak nyaman," ungkapnya.

Oleh karena itu Wishnutama menantang diri sendiri untuk mulai dari nol dan keluar dari zona nyaman dengan membangun medianya sendiri.

Ia menilai TV free-to-air hingga saat ini masih tetap diminati terutama untuk kalangan middle-low atau daerah yang tidak terjangkau internet. Akan tetapi, dengan perkembangan zaman terutama dengan kehadiran 5G nanti, ia memprediksi televisi akan makin sulit untuk berkompetisi.

Berkaca dari perjalanan kariernya, Wishnutama tak menampik keberuntungan yang ia dapat dalam perjalanan kariernya. Ia menambahkan dalam berkarier seseorang juga memerlukan keberuntungan, selain kerja keras dan belajar.

"Saya pelajari ternyata jadi orang beruntung tuh ada caranya. Kita harus siap dan mampu, jadi pada saat kesempatan itu ada kita bisa. Apa yang sering terjadi pada orang nggak beruntung itu? Karena pada saat kesempatan ada, dia nggak siap dan nggak mampu. Alhamdulillah setiap ada kesempatan itu saya sudah siap dan mampu," pungkas Wishnutama.

Dalam kesempatan ini ia pun berpesan untuk anak muda dapat lompat lebih tinggi dan berkontribusi lebih untuk Indonesia. Menurutnya, prinsip-prinsip keberhasilan akan selalu sama meski zaman berubah, yaitu perlu kerja keras, sikap mau berubah, disiplin, konsisten dengan apa yang diinginkan dan persistent.

"Generasi muda Indonesia saat ini punya potensi dan peluang yang luar biasa, kita sudah lihat Nadiem Makarim dengan Gojeknya ada William Tanuwijaya dengan Tokopedia. Ini luar biasa sekali. Bagaimana caranya kedepan kita dapat bukan hanya menciptakan unicorn bahkan decacorn, tapi juga membuat yang baru lainnya. Dan bagaimana itu dapat bermanfaat juga memberikan solusi untuk masyarakat," imbuhnya.

Tak hanya bercerita tentang karier, Wishnutama pun bercerita tentang keluarga, karya, dan mentalitas yang dibutuhkan untuk generasi muda agar mampu #LompatLebihTinggi dalam berkarya & berkreasi. Episode lengkap NSS yang bekerja sama dengan BNI dapat Anda saksikan di channel Youtube CXO Media dan akan diupdate setiap Kamis pukul 18.00 WIB.

BNI memiliki value dan semangat yang sama dengan CXO Media. Keduanya akan selalu hadir untuk memberi support serta kemudahan bagi generasi muda agar dapat terus #LompatLebihTinggi demi membanggakan Indonesia.

Sebagai informasi, di episode kali ini Ngobrol Sore Semaunya bersama BNI juga akan mendonasikan uang sejumlah Rp 25 juta melalui campaign #wishlistgardadepan yang bisa Anda cek melalui Instagram @ngobrolsoresemaunya. (akn/ega)