Polri Dalami Pengakuan Simpatisan FPI yang Baiat ke ISIS soal Munarman

Tiara A - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 16:39 WIB
Konpers Karopenmas Polri Brigjen Rusdi Hartono di RS Polri
Brigjen Rusdi Hartono (Wilda Nufus/detikcom)
Jakarta -

Polri mendalami pengakuan terduga teroris sekaligus simpatisan Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Aulia (30) yang berbaiat kepada Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Aulia menyebutkan pembaiatan dihadiri oleh eks Sekretaris Umum FPI Munarman.

"Itu terjadi pada tahun 2015, tentunya Densus masih mendalami ini. Apabila memang yang bersangkutan ada keterlibatan tentunya Densus akan memproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (5/2/2021).

Polri menegaskan akan bertindak tegas terkait terorisme. Jika kasus di Makassar benar melibatkan eks petinggi FPI, Polri tak menutup kemungkinan menegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku.

"Yang jelas siapa pun terlibat terhadap suatu tindak pidana pasti akan dimintakan pertanggungjawaban hukumnya, siapa pun dia. Apabila kasus di Makassar ternyata melibatkan pemimpin FPI tentunya hal ini pun tidak menutup kemungkinan Densus 88 akan melakukan langkah-langkah penindakan sesuai dengan hukum yang berlaku," tegasnya.

Ahmad Aulia adalah satu dari 21 terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror di Makassar, Sulawesi Selatan. Ahmad Aulia membuat pengakuan bahwa pembaiatan itu dilakukan oleh pengurus FPI Makassar. Ia juga menyebut-nyebut eks Sekretaris Umum FPI Munarman saat itu menghadiri pembaiatan yang dilakukan pada 2015.

"Saya berbaiat dihadiri oleh Munarman selaku pengurus FPI pusat pada saat itu, Ustaz Fauzan dan Ustaz Basri, yang memimpin baiat pada saat itu," kata Ahmad Aulia dalam tayangan video seperti dilihat, Kamis (4/2/2021).

Bantahan eks FPI

Mantan Sekretaris FPI Sulawesi Selatan (Sulsel) Agus Salim Syam membantah narasi ormas yang pernah diikutinya berbaiat ke ISIS. Dia menegaskan isu tersebut sudah dibantah pada 2015.

"FPI tidak pernah berbaiat terhadap ISIS. Coba nanti, itu kan ada penolakan dari kami terhadap ISIS itu, tahun 2015 yang dilakukan DPP terkait ISIS," ujar Agus saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (4/2/2021).

Agus membantah kesaksian salah seorang teroris, Ahmad Aulia, yang menyebut eks Sekum FPI Munarman menghadiri pembaiatan terhadap ISIS di Makassar pada 2015. Agus menuturkan Munarman hadir di acara tersebut sebagai narasumber, tidak ada kaitannya dengan peristiwa pembaiatan setia kepada ISIS yang saat itu berlangsung.

"Oh bukan, itu salah. Beliau hadir sebagai narasumber untuk memberikan bahan-bahan, kemudian secara berimbang, masalah waktu itu masalah lagi ribut-ributnya masalah Daulah Islamiah," ucapnya.

"Jadi beliau hadir sebagai narasumber, bukan untuk berbait dan segala macam. Justru berita ini yang perlu kita luruskan. Beliau hadir sebagai narsum diundang," tegas Agus.

Adapun pembahasan yang dibawa Munarman kala itu soal kondisi global. Agus memastikan Munarman sama sekali tidak menyinggung masalah ISIS.

(gbr/gbr)