Jejak Kasus Penganiayaan Brutal terhadap Eks Kasat Reskrim Wonogiri

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 16:07 WIB
Kondisi Kompol Aditia
Kondisi Kompol Aditia (Foto: dok. Istimewa)

29 Mei 2019

Polisi menetapkan sembilan orang sebagai tersangka kasus pengeroyokan Aditia Mulya Ramdhani. Satu di antaranya masih di bawah umur.

"Ada sembilan orang yang kami tetapkan tersangka kasus pengeroyokan AKP Aditia, seorang masih di bawah umur baru 17 tahun," ungkap Kabid Humas Polda Jateng saat itu Kombes Agus Triatmaja saat konferensi pers di aula Mapolres Wonogiri, Rabu (29/5/2019).

Sembilan orang itu masing-masing berinisial DFR, AP (17), P, ER, AAH, HPA, S, A, dan JN. Kecuali AP, delapan tersangka dilakukan penahanan.

"Untuk tersangka masih kemungkinan bertambah. Ungkap kasus ini berkat kerja sama Polres Wonogiri dan Polda Jateng," jelas Kompol Agus.

Sementara itu, jumlah keseluruhan tersangka ada 25 orang. Dari jumlah itu, 15 di antaranya ditahan dan 10 lainnya tidak ditahan lantaran masih di bawah umur.

"Sembilan orang khusus tersangka pengeroyokan AKP Aditia. Yang lainnya perusakan terhadap barang dan melawan petugas," ungkap dia.

10 Juli 2019

Tersangka kasus pengeroyokan Aditia Mulya Ramdhani bertambah. Ada tiga orang lagi yang kini menyusul menjalani proses hukum.

"Saat ini jumlah tersangka sudah bertambah tiga orang lagi. Total sekarang ada 12 tersangka," ungkap Kapolres Wonogiri saat itu AKBP Uri Nartanti Istiwidayati kepada wartawan di lapangan Lambau, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, Rabu (10/7/2019).

Ketiga tersangka, sebut Kapolres, juga menjalani proses hukum seperti sembilan tersangka sebelumnya. Menurut keterangan para tersangka baru, mereka tidak tahu bahwa korban yang saat itu menjabat Kasat Reskim Wonogiri adalah polisi. Korban dikira salah satu kelompok silat yang sedang mereka cari. Terlebih Aditia saat kejadian mengenakan pakaian preman.

"Yang dilanggar tersangka kasus pengeroyokan adalah Pasal 170 KUHP juncto UUPA Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun," tegas Kapolres.

18 Oktober 2019

Aditia Mulya belum pulih. Bahkan alat bantu masih harus terpasang.

Meski tak lagi dirawat di Singapura, Kompol Aditia tetap menjalani perawatan intensif di rumahnya, Perumahan Taman Sari Hills, Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, di Blok D05/11.

Di salah satu kamar, ia terbaring dan dipasangi alat bantu napas dan alat untuk memasukkan nutrisi makanan. Menurut keluarga, Aditia sudah mulai bisa memberikan respons saat diajak berkomunikasi.

"Alhamdulillah sekarang terus bagus perkembangannya. Bisa merespons, kalau ada teman-temannya yang datang yang dia kenal, dia merespons walaupun hanya gerakan tangan," kata Dewi Setyawati, istri Aditia di rumahnya, Jumat (18/10/2019).