Bantah Klaim Zaim Saidi, Ini Penjelasan PT Antam Soal Penjualan Dinar-Dirham

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 13:59 WIB
Penampakan dinar dan dirham di Pasar Muamalah, Depok.
Penampakan dinar untuk alat tukar di Pasar Muamalah Depok (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Pendiri Pasar Muamalah Depok Zaim Saidi membuka pasar dengan alat tukar berupa dinar dan dirham, yang diklaimnya dipesan dari PT Antam. Pihak PT Antam menepis pengakuan Zaim Saidi.

"Dari data histori kami, tidak ada pesanan keping emas dinar dan keping perak dirham custom dari Amirat Nusantara atau Amir Zaim Saidi," kata SVP Corporate Secretary Kunto Hendrapawoko dalam keterangan tertulis, Jumat (5/2/2021).

Dia mengatakan tak ada pesanan koin dinar dan dirham yang masuk ke pihak PT Antam atas nama Zaim Saidi. Meski demikian, dia mengatakan Antam memang menyediakan layanan jual-beli keping dinar dan dirham sebagai benda koleksi, bukan untuk alat tukar.

"Sekali lagi ditegaskan bahwa produk keping emas dinar dan keping perak dirham yang dibuat Antam merupakan collectible item, bukan ditujukan sebagai alat tukar," ujarnya.

Kunto menyebut keping dinar dan dirham yang dijual Antam sama fungsinya seperti produk Logam Mulia ataupun emas gift series yang ditujukan sebagai benda koleksi. Dia juga menjelaskan keping dinar dan dirham yang diproduksi Antam telah memiliki desain sendiri.

"Namun, karena produk ini juga merupakan collectible item, dimungkinkan jika pelanggan ingin membuat desain khusus sesuai dengan permintaan," ucapnya.

Sebelumnya, Zaim Saidi mengaku dinar dan dirham yang dipakai untuk alat tukar di Pasar Muamalah Depok dipesan dari PT Antam. Polisi akan mendalami pengakuan tersebut.

"Pasti kita ambil keterangannya (PT Antam). Kan kita nggak tahu. Kan bisa saja. Kita harus tahu dulu dia mesan di Antam itu seperti apa," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat ditemui di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/2).

Zaim Saidi telah ditangkap tim Bareskrim Polri. Polisi juga menyita ratusan koin dinar dan dirham yang digunakan sebagai alat transaksi di tempat tersebut.

(haf/tor)