Kejagung Limpahkan Berkas Kasus Gratifikasi Eks Dirut BTN ke Kejari Jakpus

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 22:25 WIB
Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan eks Direktur Utama (Dirut) BTN H Maryono dan Direktur Utama PT Pelangi Putera Mandiri Yunan Anwar
Eks Dirut Bank BTN Maryono (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) melimpahkan berkas, barang bukti dan tersangka kasus dugaan pemberian gratifikasi kepada mantan Dirut PT Bank Tabungan Negara (BTN) H Maryono ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus). Maryono akan segera menjalani persidangan.

"Tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, telah melakukan penyerahan berkas perkara tahap II dugaan perkara tindak pidana korupsi pemberian gratifikasi kepada mantan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) kepada jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan pers tertulis, Kamis (4/2/2021).

Selain Maryono, Kejagung juga melimpahkan tersangka gratifikasi lainnya, yakni menantu Maryono, Widi Kusuma Purwanto, Direktur PT Pelangi Putera Mandiri Yunan Anwar, Komisaris PT Titanium Property Ichsan Hasan, dan Komisaris PT Pelangi Putera Mandiri Ghofir Effendy.

Leonard menerangkan tim jaksa penuntut umum akan segera menyusun dakwaan. Kasus ini akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk segera disidangkan.

"Berdasarkan fakta hukum dan didukung dengan adanya alat bukti yang lengkap kelima tersangka (sekarang terdakwa) akan segera diajukan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," tuturnya.

Para tersangka kini ditahan selama 20 hari terhitung mulai hari ini. Untuk tersangka Maryono dan menantunya, Widi Kusuma, ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung. Sementara untuk Yunan Anwar, Ichsan Hasan, dan Ghofir Effendy, ditahan di Rutan Salemba Cabang Negeri Jakarta Selatan.

"Untuk mempermudah proses penyelesaian perkaranya di pengadilan serta dengan mempertimbangkan unsur obyektif dan unsur subyektif tentang penahanan, terhadap kelima orang terdakwa dilakukan penahanan Rumah Tahanan Negara untuk masa waktu selama 20 hari terhitung sejak tanggal 4 Februari 2021 sampai dengan 23 November 2020," kata Leonard.

"Dan ditempatkan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung untuk terdakwa H. Maryono dan Widi Kusuma Purwanto dan Rutan Salemba Cabang Negeri Jakarta Selatan untuk terdakwa Yunan Anwar, Ichsan Hasan dan Ghofir Efendi," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2