Rapat Bareng Komisi IX DPR, Menristek Tegaskan GeNose Tak Gantikan Fungsi PCR

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 18:27 WIB
Rapat Komisi IX DPR bersama Menkes-Menristek/Kepala BRIN (Rahel/detikcom)
Rapat Komisi IX DPR bersama Menkes-Menristek/Kepala BRIN (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Komisi IX DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin serta Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonego. Dalam rapat itu, Bambang menjelaskan bahwa GeNose tidak menggantikan fungsi PCR sebagai alat diagnosis COVID-19.

Rapat diadakan secara fisik dan virtual di ruang Rapat Komisi IX DPR RI, gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (3/1/2021). Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh serta dihadiri oleh perwakilan Lembaga Biologi Molekuler LBM Eijkman dan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Kami tegaskan GeNose kategorinya itu adalah screening. Kami tegaskan GeNose ini tidak didesain untuk menggantikan PCR, tapi murni didesain untuk screening," ujar Bambang dalam rapat.

Menristek Bambang menginginkan Indonesia memiliki alat screening COVID-19 yang akurat dan murah. Ia mengatakan alat GeNose sendiri sudah mulai diterapkan di stasiun kereta api. Salah satunya di Stasiun Senen, Jakarta.

"Tetapi kita ingin screening itu akurat dan mudah dipakai relatif terjangkau murah dan cepat hasilnya. Dan dari beberapa percobaan dari yang saya alami sendiri sampai tadi pagi saya bersama Menhub menyaksikan uji coba penggunaan GeNose di stasiun pasar Senen," ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang juga mengatakan para penumpang akan dikenakan biaya lebih murah ketika menggunakan GeNose dibanding rapid test antigen. Menurutnya, para penumpang dikenai biaya sekitar Rp 20 ribu.

"Nah, dari pengalaman tersebut, maka biayanya terjangkau tadi yang di (stasiun) Pasar Senen itu kalau tidak salah penumpang membayar tambahan 20 ribu dibandingkan rapid test antigen 130 ribu kalau nggak salah. Kemudian hasilnya cepat di bawah 3 menit dan reliabilitasnya juga tinggi," ujarnya.

Bambang mengatakan GeNose dilengkapi dengan teknologi artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Ia menilai kualitas GeNose akan makin membaik seiring dengan pemakaian.

"Karena GeNose menggunakan artificial intelligence atau mesin learning, maka akurasi GeNose akan terus membaik seiring pemakaian yang lebih banyak. Jadi konsep mesin learning itu mesin yang mempelajari bagaimana melakukan analisa yang lebih akurat, lebih banyak data yang masuk akan lebih akurat," ucapnya.

(hel/man)