Definisi Perempuan di KBBI Diprotes, Badan Bahasa Buka Suara

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 16:11 WIB
Kaos Ganti Penjelasan Kata Perempuan dalam KBBI.
Definisi perempuan di KBBI (Dok. Ika Vantiani)

Terkait hal ini, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Abdul Khak, menjelaskan soal proses penyusunan kamus. Dia mengatakan KBBI disusun berdasarkan penggunaan oleh penutur bahasa Indonesia.

"KBBI itu adalah kamus yang dituliskan berdasarkan penggunaan oleh penutur bahasa Indonesia yang dulu bahasa Melayu itu, dari dulu sampai sekarang. Jadi kata-kata yang ada di situ, itu sesungguhnya merupakan histori, yang mana duluan hadir," kata Abdul Khak saat dihubungi, Selasa (2/2).

Menurutnya, pencatatan definisi perempuan tersebut mengikuti dinamika pemakaian bahasa di masyarakat.

"Karena itu, bentuk-bentuk gabungan ya. Bahwa di situ tidak ada gabungan yang berkonotasi positif, ya mungkin memang masyarakat kita belum membentuk. Artinya, yang di luar di situ, perempuan positif artinya," ujarnya.

"Kalau ada bentukan lain yang bersifat positif dan dipakai masyarakat, tersebar di media dan dipakai dimana-mana, tentu akan dicatat KBBI menjadi salah satu bentukan di situ," lanjutnya.

Dia mencontohkan pemakaian kata gabungan 'perempuan jalang'. Kata gabungan tersebut, lanjutnya, tercatat karena dulu memang digunakan oleh masyarakat. Selain itu, dia membandingkannya dengan kata 'canggih', yang maknanya kini sudah tidak dipakai.

"Sebagai perbandingan, di KBBI kata canggih itu ada makna yang sudah tidak digunakan. Yang maknanya bawel, cerewet. Itu sudah tidak digunakan karena zaman berubah. Canggih itu teknologi," jelasnya.

Abdul mengaku sudah mendapatkan protes itu beberapa minggu lalu. Dia mempersilakan siapa pun jika ingin berkorespondensi dengan Badan Bahasa.

"Saya mendapatkan itu beberapa minggu sebelumnya. Kalau menyurati ke kami, ya akan kamu jawab," katanya.

Halaman

(rdp/tor)