Sidang Gus Nur, Pengacara Cecar Sekjen GP Ansor soal Keanggotaan Abu Janda

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 14:22 WIB
sidang gus nus kasus ujaran kebencian
Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom
Jakarta -

Pengacara Sugi Nur Raharja atau Gus Nur mencecar Sekjen GP Ansor Abdul Rahman soal status keanggotaan Arya Permadi atau Abu Janda di GP Ansor. Abdul Rahman hadir sebagai saksi di sidang lanjutan perkara ujaran kebencian Gus Nur.

Awalnya, pengacara Gus Nur menanyakan kapasitas Abdul Rahman dalam proses pembuatan laporan terkait video Gus Nur yang menyinggung soal NU. Abdul Rochman mengatakan dirinya mewakili GP Ansor.

"Saya Ansor saja," kata Abdul Rochman saat bersaksi di sidang Gus Nur di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (2/2/2021).

"Apa ketentuan yang membuat sekjen bertindak jauh hingga ke pengadilan atas nama organisasi?" tanya kuasa hukum Gus Nur, Ahmad Khozinuddin.

"Jika ketum menugaskan jajarannya mewakili. Ketentuannya tentu PD/PRT GP Ansor. Peraturan dasar dan peraturan rumah tangga GP Ansor," jawab Abdul.

Kemudian, Ahmad menanyakan apakah ada pihak lain yang diwakili dalam laporan itu. Pihak yang disebut kuasa hukum Gus Nur antara lain KH Maruf Amin, KH Said Aqil Siroj, dan Abu Janda.

Abdul Rahman menegaskan hanya mewakili Ansor. Lantas, Ahmad mencecar Abdul soal keanggotaan Abu Janda dalam organisasi GP Ansor. Abdul menyebut Abu Janda merupakan salah satu anggota Ansor.

"Abu janda itu siapa?" tanya Ahmad.

"Salah satu anggota, anggota Ansor," jawab Abdul.

"Saksi yang sebelumnya katanya bukan? Dalam kapasitas apa dia, anggota biasa apa struktural pengurus?" cecar Ahmad.

"Anggota biasa," jawab Abdul lagi.

Ahmad terus mencecar Abdul Rahman soal Abu Janda. Ia menanyakan berbagai hal, mulai dari identitas asli Abu Janda hingga keaktifan Abu Janda dalam organisasi Ansor.

"Dia pernah ikut pengkaderan," kata Abdul Rochman.

"Pengkaderan apa?" tanya Ahmad.

"Dia pernah ikut pengkaderan tingkat dasar," jawab Abdul.

Untuk diketahui, nama Abu Janda memang disebut Gus Nur dalam video yang ditayangkan akun YouTube Munjiat Channel. Gus Nur menyebut sejumlah nama mulai dari nama pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, hingga Ketum PBNU Said Aqil Siroj.

"Jadi saya kok pusing dengerin di bus yang namanya NU ini. Ya tadi itu, bisa jadi kernetnya Abu Janda. Bisa jadi kondekturnya Gus Yaqut. Dan sopirnya KH Aqil Siroj. Penumpangnya liberal, sekuler, PKI di situ numpuk," ujar Gus Nur dalam video itu.

Dalam perkara ini, Gus Nur didakwa sengaja melakukan ujaran kebencian terhadap NU. Pernyataan ini diunggah oleh Gus Nur dalam akun YouTube miliknya saat melakukan pembicaraan dengan Refly Harun.

Atas perbuatannya, Gus Nur didakwa Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Serta Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Saksikan juga video 'Permadi Arya dan Awal Mula Nama Abu Janda':

[Gambas:Video 20detik]



(ibh/dwia)