Ambroncius Putuskan Tak Ajukan Praperadilan, Tapi Minta Penangguhan Penahanan

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 17:04 WIB
Ambroncius Nababan.
Ambroncius Nababan (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jakarta -

Ambroncius Nababan, tersangka kasus dugaan ujaran kebencian SARA terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai, mengajukan permohonan penangguhan penahanan ke Bareskrim Polri. Ambroncius mengklaim tidak akan menghilangkan barang bukti.

Surat permohonan penangguhan penahanan Ambroncius diserahkan ke Bareskrim Polri oleh Sekretaris Jenderal Badan Advokasi LBH Projamin, Mohammad Maramuda Herman Sitompul. Ambroncius diketahui merupakan Ketua Umum Projamin.

"Kita baru masuk surat. Tidak bisa diterima atau tidak, tentu tim internal Bareskrim masih butuh rapat dan lain-lain," ujar Herman kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (1/2/2021).

Menurut Herman, yang juga pengacara Ambroncius Nababan, kasus yang menjerat kliennya bisa diselesaikan secara mediasi. Namun, karena kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan, Herman memastikan Ambroncius akan kooperatif.

"Saya melihat perkara ini lebih pantas di mediasi disampaikan, nggak perlu diperpanjang di pengadilan. Karena sudah masuk ke prosesi hukum legitimasi. Mau tidak mau, kami pun siap untuk itu. Akan kita uji di pengadilan nanti," jelasnya.

Terkait penangguhan penahanan, Ambroncius menyerahkan keputusannya ke penyidik Bareskrim. Dia hanya bisa memastikan tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

"Kehadiran kami yang kedua kalinya sesuai dengan arahan kami, mau tidak mau ditempuh proses hukum ditempuh penangguhan penahanan. Dikabulkan atau tidaknya itu urusan penyidik," ucap Herman.

"Kita tetap kooperatif kalau klien kita diperiksa, dan klien kita tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Itu diatur di dalam KUHP," imbuhnya.

Ambroncius juga memutuskan tidak mengajukan gugatan praperadilan. Simak di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2