Deretan Dentuman Misterius di Indonesia dan Dugaan Penyebabnya

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 31 Jan 2021 14:48 WIB
Jakarta -

Ada sejumlah suara dentuman yang dilaporkan oleh masyarakat dari berbagai daerah selama Januari 2021. Dugaan penyebab suara dentuman juga berbeda-beda.

Suara dentuman yang terbaru dilaporkan oleh warga Sukabumi. Suara itu terdengar pada Sabtu (31/1/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menduga dentuman itu akibat pergerakan tanah.

Sementara itu, suara dentuman juga terdengar di Lampung. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) masih belum bisa memastikan penyebab dentuman. Sedangkan peneliti ITERA mengaitkan suara dentuman ini dengan temuan meteorit.

Berikut beberapa dentuman yang terjadi di daerah dan dugaan penyebabnya:

1. Dentuman di Sukabumi, Diduga Akibat Gerakan Tanah

Suara dentuman disertai gemuruh didengar warga penyintas bencana alam pergerakan tanah di Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (30/1/2021) sekitar pukul 19.00 WIB. Mereka berlarian ke Posko Bencana di SDN Ciherang karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan.

Asep Has, relawan kebencanaan di kampung tersebut, mengatakan warga sempat berhamburan ketika mendengar suara gemuruh tersebut. Mayoritas warga merupakan pengungsi mandiri yang terdampak bencana pergerakan tanah.

"Malam sampai berhamburan, saya tiap hari di sini memantau pengungsi, tapi laporan dari warga tidak hanya di Ciherang. Tapi warga yakin suara berasal dari lokasi mereka," kata Asep Has melalui sambungan telepon, Minggu (31/1/2021).

BMKG mencatat anomali gelombang seismik saat warga melaporkan kejadian itu. Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulis, Minggu (31/1/2021) mengatakan bahwa durasi rekaman seismik hanya berlangsung selama tujuh detik di atas pukul 19.00 WIB.

Dia menduga fenomena ini akibat proses gerakan tanah.

"Menurut laporan warga, getaran itu muncul setelah hujan deras mengguyur, jadi dugaan kuat yang terjadi adalah adanya proses gerakan tanah yang cukup kuat hingga terekam di sensor gempa milik BMKG," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4