Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Kompak Lancarkan Vaksinasi

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 31 Jan 2021 10:07 WIB
Mendagri Tito Karnavian
Foto: dok. Kemendagri
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meyakini vaksinasi COVID-19 dapat segera membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity di Indonesia. Terbentuknya herd immunity merupakan modal penting untuk menuntaskan wabah penyakit akibat virus Corona.

"Vaksinasi ini tidak hanya sekedar untuk melakukan proteksi perorangan, tapi juga dalam rangka membangun kekebalan kelompok atau herd immunity. Prinsip herd immunity ini adalah minimal 2/3 dari populasi harus memiliki antibody pada time frame yang sama, sehingga program vaksinasi ini kuncinya adalah kecepatan," jelas Tito dalam keterangan tertulis, Minggu (31/1/2021).

Mantan Kapolri ini menerangkan untuk mempercepat program vaksinasi dibutuhkan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk pula dengan unit pemerintahan di tingkat desa.

"Untuk mendukung percepatan ini, tentu harus ada kerja sama antara pusat dan daerah, karena kita memiliki sistem politik pembagian kekuasaan, di mana ada pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, bahkan pemerintah desa, yang mana kepala desanya adalah pejabat politik karena dipilih oleh rakyat dan memiliki anggaran sendiri (APBDes)," jelas Tito.

Kekompakan berbagai pihak, disebut Tito sangat penting agar program vaksinasi nasional dapat terselenggara dengan lancar. Ia mengingatkan kepada semua stakeholder, kepala daerah, otoritas daerah dan nonpemerintah untuk mendukung program vaksinasi di bawah komando Menteri Kesehatan agar masyarakat terbebas dari pandemi COVID-19.

"Kekompakan antara pusat daerah ini menjadi kunci, dengan di bawah komando tentunya Bapak Menkes, kita semua kementerian/lembaga pasti akan mendukung apapun juga kebijakan dari Bapak Menkes," sebut Tito.

Selain itu, ia juga meminta kepala daerah untuk mendukung proses vaksinasi, mulai dari kelancaran dan keamanan distribusi, pelaksanaan vaksinasi termasuk vaksinator, hingga pasca vaksinasi dilakukan.

"Nah, dalam konteks kesehatan, yang paling utama adalah mendukung program vaksinasi, pelaksanaan vaksinasi ini kita harapkan bisa cepat dan aman. Maka yang perlu dihitung betul secara rinci adalah kesiapan infrastruktur vaksinasi, kemudian yang berikutnya lagi adalah mengenai masalah vaksinator, sarana prasarana, target yang akan divaksinasi, dan mitigasi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)," urai Tito.

(prf/ega)