ADVERTISEMENT

Round-Up

Akhir Pelarian Begal Sepeda yang Sasar Staf Ahli di Kementerian LHK

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 07:41 WIB
Polisi Tangkap Begal Pesepeda di Latumenten, Jakarta Barat
Polisi merilis penangkapan begal sepeda staf KLHK (Foto: Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Staf Ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Slamet Supriyadi menjadi korban begal saat bersepeda di Jakarta Barat. Korban kehilangan ponsel yang disimpan di setang sepeda dalam kejadian itu.

Peristiwa begal sepeda yang terjadi di Jalan Latumenten, Tambora, Jakarta Barat pada Selasa 26 Januari 2021 malam itu viral di media sosial. Kejadian ini membuat aparat Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat turun tangan menyelidiki kasus tersebut.

Selang dua hari kemudian, tepatnya Kamis (27/1) malam, polisi menangkap para pelaku. Total ada 5 pelaku yang ditangkap polisi.

"Yang berhasil kita tangkap sebanyak 5 orang, 1 masih DPO dan 5 orang tersebut kita cek urinenya positif semuanya, metamfetamin atau sabu," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo kepada wartawan, Kamis (28/1/2021).

Kelima pelaku begal tersebut diketahui berinisial SM (37), AS (38), EU (39), MA (24), dan TT (34). Selain kelima pelaku, masih ada 1 DPO yang belum ditangkap.

Dalam pemeriksaan polisi, para tersangka mengaku menggunakan uang hasil kejahatannya untuk membeli narkoba hingga berjudi.

"Dari hasil curian yang mereka lakukan, mereka menggunakan uang tersebut untuk membeli sabu dan judi," kata Ady.

Para pelaku disebut sudah melakukan 25 kali di 25 lokasi di Jakarta Barat. Simak selengkapnya di halaman selanjutnya


25 Kali Beraksi di Jakbar

Komplotan ini bukan pemain baru dalam dunia begal sepeda. Beraksi sejak September 2020, mereka mengaku sudah puluhan kali beraksi.

"Mereka melakukannya sejak tahun lalu, sejak bulan September, Oktober di beberapa TKP. Namun memang ada beberapa korban yang tidak melaporkan. Tetapi pendalaman awal yang kita lakukan, mereka mengakui sekitar 25 TKP di wilayah Jakarta Barat," katanya.

25 TKP aksi begal ini di antaranya di Taman Sari, Tambora, Tanjung Duren, Palmerah dan Kebon Jeruk. Slamet Supriyadi sendiri dibegal di Jalan Latumenten, Grogol Petamburan, Tambora, Jakarta Barat.

"Kebetulan salah satu korban itu adalah staf ahli beliau (Staf Khusus Menteri LHK, Irjen Jhonny Siahaan), yang pada saat kegiatan gowesnya menjadi korban. Beliau adalah korban saat gowes bersama dengan para staf menteri kementerian KLKH," kata Ady.

Dalam aksinya, para pelaku mengincar para pesepeda secara acak. Mereka membagi-bagi perannya masing-masing untuk memuluskan kejahatan tersebut.

"(Ada) peran untuk menghalangi lalu lintas yang di belakang supaya tidak termonitor, yang di depan melakukan kegiatan eksekusinya dengan mengambil barang-barang yang mudah diambil dari para pesepeda," imbuhnya.

Para pelaku menggunakan uang hasil kejahatannya untuk sabu dan judi, simak di halaman berikutnya


Hasil Kejahatan dipakai Beli Sabu-Judi

Polisi melakukan tes urine terhadap kelima pelaku. Hasilnya, kelimanya dinyatakan positif narkoba.

"Lima orang tersebut kita cek urinenya positif semuanya, metamfetamin atau sabu," kata Kombes Ady.

Para pelaku kemudian menggunakan uang hasil kejahatan untuk membeli sabu dan berjudi.

"Dari hasil curian yang mereka lakukan, mereka menggunakan uang tersebut untuk membeli sabu dan judi," katanya.


1 Orang DPO Diburu


Saat ini polisi masih mengejar 1 pelaku lainnya bernama Kibo. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan bahwa Kibo berperan sebagai joki.

"Saudara Kibo yang menjadi DPO saat ini peran yang bersangkutan juga sebagai joki," kata Arsya.

Arsya mengatakan para pelaku dalam operasinya menggunakan motor lebih dari 1 motor. Mereka berganti peran ketika melakukan aksinya.

"Mereka secara bergantian itu berganti peran dan saudara Kibo ini menjadi joki. Saat ini tetep melakukan pengejaran," tutur Arsya.


Pengungkapan kasus begal sepeda berbuah penghargaan, simak di halaman selanjutnya


Diberi Penghargaan oleh KLHK


Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengapresiasi Polres Jakarta Barat yang mengungkap kasus begal pesepeda yang menimpa staf ahli Slamet Supriyadi. Sebagai bentuk apresiasi itu KLHK memberi penghargaan ke Polres Jakbar.

"Kami dari Kementerian LHK, dengan keberhasilan yang dilakukan oleh Sat Reskrim Jakbar, dari kementerian kami akan memberikan satu piagam penghargaan atas apresiasi yang sudah dilakukan oleh Polres Jakbar. Jadi mohon Pak Kapolres dapat menerima," ujar Staf Khusus Menteri LHK Irjen Jhonny Siahaan di Polres Jakbar, Kamis (28/1/2021).

Jhonny mewakili Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dan Wakil Menteri LHK Alue Dohong yang tidak bisa hadir karena kesibukannya dalam tugasnya. Kombes Ady pun menerima penghargaan tersebut.

"Sebelumnya maaf Pak Kapolres, karena saya diperintahkan oleh ibu menteri dan bapak wakil menteri, karena beliau juga sedang sibuk dalam tugas beliau. Sehingga saya mewakili beliau untuk dapat bertemu Pak Kapolres dan rekan-rekan media," kata Jhonny.

Jhonny kemudian sedikit menyinggung masalah begal sepeda. Jhonny menyebut begal sepeda adalah modus kejahatan baru yang sedang marak

"Ini kelihatannya ada lagi modus baru. Mungkin sudah terorganisir, sehingga sasaran mereka sekarang adalah yang sedang gowes," ujar Jhonny.

Dalam kesempatan yang sama, Ady berterima kasih atas apresiasi penghargaan yang diberikan oleh KLHK. Ady berharap penghargaan itu bisa dijadikan motivasi bagi para anggota di lapangan dalam memberantas kejahatan.

"Terima kasih kepada Bapak Irjen Polisi Drs Jhonny Siahaan atas sambutannya dan apresiasi penghargaan yang diberikan kepada kami. Tentunya ini akan menjadikan motivasi dan semangat bagi kami beserta di tim yang ada di Jakbar untuk terus menjaga wilayah Jakbar ini agar aman, nyaman dan ramah untuk masyarakat," kata Ady.

(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT