Diadili Pekan Depan, Ini Aset Rohadi PNS Tajir Pemilik 19 Mobil-Rumah Sakit

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 11:59 WIB
Rohadi
Rohadi. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) mengagendakan sidang perdana Rohadi pada Senin (1/2) nanti. Rohadi dikenakan pasal pencucian uang atas kekayaan fantastis yang dimilikinya yang tidak sebanding dengan gaji Rp 8 juta per bulan. Siapakah Rohadi?

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakpus yang dikutip detikcom, Kamis (28/1/2021), perkara Rohadi mengantongi nomor 4/Pid.Sus-TPK/2021/PN Jkt.Pst. Rohadi didakwa dengan 5 pasal, yaitu:

1. Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
2. Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
3. Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
4. Pasal 12B ayat (1) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
5. Pasal 8 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Lalu siapakah Rohadi? Selepas SMA di Indramayu, Rohadi diterima menjadi sipir Rutan Salemba pada 1990. Untuk tinggal sehari-hari, Rohadi menetap di sebuah rumah petak di Rawa Bebek, Bekasi. Untuk ke tempat kerja, Rohadi nebeng temannya yang membawa sepeda motor.

Tiga tahun setelahnya, Rohadi diterima sebagai PNS di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Perlahan, kehidupannya semakin sejahtera. Rohadi juga mengambil kuliah sore hingga mendapatkan gelar SH.

Satu dasawarsa setelahnya, Rohadi bisa membeli rumah di Perumahan Harapan Baru Residence. Kekayaan Rohadi semakin menanjak. Pada 2010, Rohadi membangun kerajaan bisnis di kampung halamannya, Indramayu. Kekayaan Rohadi menanjak tajam. Rohadi memiliki 19 mobil yang dipakai sendiri, anak atau kerabatnya. Sebagian mobil itu telah disita KPK.

Kekayaan Rohadi tidak terbendung. Pada 2015, Rohadi membeli dua unit rumah di The Royal Residence, Pulo Gebang, Bekasi. Satu unit di pasaran dijual Rp 3 miliar atau total Rp 6 miliar.

Pada awal 2016, Rohadi merintis membangun RS Reysha di Indramayu. Peresmian berjalan meriah dan dibuka oleh Bupati Indramayu. Meski hanya bergaji Rp 8 jutaan per bulan, Rohadi juga membangun usaha properti di kampung halamannya itu.

Namun sepandai-pandainya Rohadi memanipulasi kekayannya, akhirnya tertangkap jua. Pada 16 Juni 2016, Rohadi dicokok KPK bersama pengacara Berthanatalia--istri hakim tinggi Karel Tuppu-- yang menerima suap terkait perkara pedangdut Saipul Jamil. Rohadi akhirnya lebaran Idul Fitri di rutan KPK.

"Saat itu, seakan-akan saya tengah mengalami kiamat. Dunia seperti berhenti berputar. Dada saya berdegup. Saya gemetaran. Panik. Tidak bisa berkata apa-apa. Rasa malu, takut, rasa ingin lari, dan berjuta rasa lainnya menumpuk jadi satu," kata Rohadi.

Pada Desember 2016, Rohadi dihukum 7 tahun penjara oleh PN Jakpus. Adapun kakak Saipul Jamil, Samsul Hidayatullah dihukum 2 tahun penjara. Setahun setelahnya, hukuman Rohadi disunat menjadi 5 tahun penjara. Alasannya, Rohadi hanyalah perantara di kasus itu.

KPK tidak tinggal diam dan menyelidiki asal-usul kekayaan Rohadi. Akankah terungkap dari siapa saja dan untuk siapa saja harta Rohadi? Sidang di PN Jakpus akan menjawab semuanya.

(asp/idn)