Respons BMKG soal Siaga Banjir, Pemprov Jakarta Minta Warga Bersiap

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 09:55 WIB
ilustrasi hujan
Ilustrasi hujan (Foto: dok. Getty Images)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi siaga banjir di Jakarta hingga Jawa Barat. Pemprov DKI Jakarta meminta warga waspada.

"Kami mengimbau agar masyarakat mengantisipasi dan menyiapkan segala sesuatunya untuk menjaga diri dari hujan angin. Kondisi cuaca ekstrem seperti ini dapat menimbulkan genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin," Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Sabdo Kurnianto melalui keterangan tertulisnya, Kamis (28/1/2021).

Selain itu, Sabdo meminta organisasi perangkat daerah (OPD) hingga lurah bersiaga. Petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) juga diminta disiagakan.

"Kami juga telah mengimbau kepada OPD terkait, para camat, dan lurah daerah rawan banjir atau longsor agar antisipasi dengan menyiagakan PPSU dan Satgas Banjir/Dinas SDA Kecamatan," ucapnya.

Dia juga meminta warga menghubungi 112 apabila membutuhkan bantuan. "Masyarakat dapat menghubungi 112 apabila membutuhkan bantuan," katanya.

Sebelumnya, BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca. Dalam prakiraan itu, disebutkan sejumlah daerah untuk siaga potensi banjir.

"Berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (IBF) untuk dampak banjir/banjir bandang, selama 2 hari ke depan (tanggal 28-29 Januari 2021) potensi dampak dengan status SIAGA adalah; 1. Banten, 2. DKI Jakarta, 3. Jawa Barat, 4. Jawa Tengah, 5. Sulawesi Selatan,6. Papua Barat," kata Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, dalam keterangan tertulis, Kamis (28/1).

BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia saat ini sudah memasuki musim hujan. Sejak Oktober 2020 lalu, telah diprediksi bahwa puncak musim hujan akan terjadi pada Januari dan Februari 2021 di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua.

"Berdasarkan kondisi tersebut, maka kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan," ujar Guswanto.

BMKG menganalisis kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia. Kondisi tersebut diperkuat oleh aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin di wilayah Indonesia.

"Selain itu, munculnya pusat tekanan rendah di Australia bagian utara mendorong terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia," ujar Guswanto.

Atas hal itu, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan terjadi hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang yang berpotensi terjadi di wilayah berikut:

1. Aceh
2. Sumatera Utara
3. Sumatera Barat
4. Bengkulu
5. Sumatera Selatan
6. Lampung
7. Banten
8. DKI Jakarta
9. Jawa Barat
10. Jawa Tengah
11. DI Yogyakarta
12. Jawa Timur
13. Bali
14. Nusa Tenggara Barat
15. Nusa Tenggara Timur
16. Kalimantan Barat
17. Kalimantan Tengah
18. Kalimantan Timur
19. Kalimantan Utara
20. Sulawesi Utara
21. Gorontalo
22. Sulawesi Tengah
23. Sulawesi Selatan
24. Sulawesi Tenggara
25. Maluku
26. Maluku Utara
27. Papua Barat
28. Papua

(man/gbr)