Round-Up

Jejak Polemik Self-plagiarism Rektor Baru USU hingga Besok Dilantik

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 22:03 WIB
Muryanto Amin (dok. situs resmi USU)
Muryanto Amin (Foto: dok. situs resmi USU)
Medan -

Proses pergantian Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) diiringi polemik plagiat diri sendiri atau self-plagiarism yang diduga dilakukan Rektor USU terpilih, Muryanto Amin. Polemik self-plagiarism itu kini memasuki babak akhir jelang Muryanto dilantik besok.

Isu plagiat ini muncul setelah Muryanto terpilih sebagai Rektor USU 2021-2026. Muryanto dilaporkan seseorang terkait dugaan plagiat atas karyanya sendiri.

Rektor USU Runtung Sitepu kemudian menindaklanjuti laporan itu. Setelah melewati pemeriksaan oleh tim yang terdiri atas guru besar USU, Runtung Sitepu kemudian mengeluarkan surat keputusan yang menyatakan Muryanto terbukti melakukan self-plagiarism.

Muryanto dinyatakan melakukan plagiat atas karyanya sendiri yang berjudul 'A New Patronage Network of Pemuda Pancasila in Governor Election of North Sumatera' yang dipublikasikan pada jurnal Man in India. Karya itu dinilai plagiat dari karya Muryanto sendiri yang dalam bahasa Indonesia berjudul 'Relasi Jaringan Organisasi Pemuda dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara'.

Tak terima dinyatakan melakukan self-plagiarism, kubu Muryanto menyatakan akan mengajukan banding atas SK nomor 82/UN5.1.R/SK/KPM/2021 yang diteken Runtung pada 14 Januari 2021 itu. Kubu Muryanto menuding SK tersebut politis.

"Bahwa kami menduga pelaksanaan proses penjatuhan sanksi pelanggaran berat terhadap klien kami adalah tindakan politis," kata kuasa hukum Muryanto, Hasrul Benny Harahap, di Medan, Sabtu (16/1/2021).

Runtung menepis tudingan SK itu politis. Dia mempersilakan kubu Muryanto melakukan banding.

Tudingan tersebut ditepis oleh Runtung. Dia menegaskan SK tersebut dikeluarkan setelah melewati berbagai proses dan pertimbangan.

"Kenapa orang mengatakan politis, kenapa nggak substansi dari putusan itu benar atau nggak. Kenapa nggak ke situ? Kok politis, politis, itu yang saya sama sekali tidak terima dan sulit saya maafkan kalau dikatakan politis. Karena sama sekali tidak pernah saya lakukan sepanjang hidup saya untuk hal-hal seperti ini menzalimi orang," ujar Runtung.

Apa pandangan Kemendikbud soal polemik self-plagiarism ini?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3