Kasus Penggelapan AJB Bumiputera, 3 Tersangka Dilimpahkan ke Kejari Jaksel

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 15:51 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) menerima pelimpahan tahap II tersangka kasus dugaan penggelapan AJB Bumiputera 1912. Para tersangka dan barang buktinya dilimpahkan dari penyidik OJK.

"Dilimpahkan dari penyidik OJK kepada penuntut umum Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan," kata Kasi Intel Kejari Jaksel Odit Megonondo, saat dikonfirmasi, Rabu (27/1/2020).

Odit menjelaskan pelimpahan tahap II itu dilakukan pada hari Selasa tanggal 26 Januari 2021 pukul 10.00 WIB di Kejari Jaksel. Adapun tiga tersangka yang dilimpahkan merupakan mantan pejabat AJB Bumiputera 1912, di antaranya mantan Chief Marketing Officer pada AJB Bumiputera 1912 tahun 2013 Agustiar Hendro, Mantan Kabag Teknik AJB Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Pematang Siantar Muhammad Joni Nasution, serta karyawan swasta Yon Maryono.

Para tersangka melakukan tindak pidana perasuransian berupa penggelapan dengan cara mengalihkan, menjaminkan, dan/atau mengagunkan tanpa hak, kekayaan perusahaan asuransi jiwa dan/atau menerima, menadah, membeli, atau mengagunkan, atau menjual kembali kekayaan perusahaan yang diketahuinya atau patut diketahuinya bahwa barang-barang tersebut adalah kekayaan perusahaan asuransi jiwa.

Kasus tersebut terkait dengan Keputusan Direksi AJB Bumiputra 1912 periode tahun 2013 dalam pemberian persetujuan biaya apresiasi agen sebesar Rp. 8.478.564.447 kepada pegawai dan/atau karyawan (Tim Negosiasi) dan/atau pihak lain melalui 2 orang agen. Seolah-olah biaya apresiasi diperuntukkan kepada para agen sebagai keberhasilan pelaksanaan switching/pertukaran produk kesejahteraan karyawan (PPK) dengan Produk MITRA SAVE pada ASKUM PT. BSRE yang terjadi di AJB Bumiputra 1912.

Atas perbuatannya para tersangka disangkakan Pasal 21 ayat (3), ayat (4), dan ayat (5) UU no. 2 Tahun 1992 Jo. UU no 40 Tahun 2014 Tentang Pengasuransian Jo. 55 KUHP.

(yld/hri)