KPK Periksa Eks Kabiro Keuangan Setneg Jadi Saksi Kasus Korupsi PT DI

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 14:42 WIB
Logo, ilustrasi, gedung Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK)
Ilustrasi KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK sudah memanggil sejumlah eks pejabat Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg/Setneg) terkait kasus korupsi PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Yang terkini, KPK tengah memeriksa eks Kabiro Keuangan Setneg, Suharsono, sebagai saksi.

"Saksi sudah hadir dan sedang menjalani pemeriksaan di KPK," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (27/1/2021).

Pada kasus korupsi PT DI, ada 4 saksi yang diperiksa KPK hari ini. Ali mengatakan keempat saksi sudah memenuhi panggilan KPK.

Selain Suharsono, saksi yang hadir adalah Manajer Pemasaran ACS (2013-2017) Manajer Penjualan ACS wilayah domestik (2017-2018) PT DI Kemal Hidayanto, Manajer Penagihan PT Dirgantara Indonesia 2016-2018 Achmad Azar, dan GM SU ACS PT DI tahun 2017 Teten Irawan.

Terkait pemeriksaan KPK di kasus korupsi PT DI, pihak Setneg belum mau berbicara banyak soal dugaan aliran dana kasus PT DI ke kementeriannya. Setneg menyerahkan ke KPK untuk penjelasan lebih detail.

"Saya kira ini sedang berproses hukum di KPK. Sebaiknya ditanyakan ke KPK saja," ujar Asisten Deputi Humas Setneg, Eddy Cahyono, lewat pesan singkat.

Seperti diketahui, KPK mengendus dugaan adanya aliran dana kasus korupsi di PT DI mengalir ke Setneg. Kemarin, KPK pun memeriksa dua mantan pejabat di Setneg.

"Kedua saksi tersebut didalami pengetahuannya terkait adanya dugaan penerimaan sejumlah dana oleh pihak-pihak tertentu di Setneg terkait proyek pengadaan servis pesawat PT Dirgantara Indonesia," kata Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (26/1).

Dua saksi yang dimaksud adalah mantan Kepala Biro Umum Sekretariat Setneg Piping Supriatna dan mantan Sekretaris Setneg Taufik Sukasih. Namun sebenarnya ada lagi seorang saksi yang sedianya dijadwalkan menjalani pemeriksaan hari ini tetapi akhirnya dijadwalkan ulang, yaitu atas nama Indra Iskandar sebagai mantan Kepala Biro Umum Sekretariat Setneg.

"Yang bersangkutan memberikan konfirmasi untuk dilakukan penjadwalan kembali pada hari Jumat (29/1/2021)," ucap Ali.

Halaman berikutnya soal perkara korupsi PT DI.

Selanjutnya
Halaman
1 2