MPR Minta Kemenhub Benahi Infrastruktur Transportasi di Maluku

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 22:01 WIB
Neng Eem
Foto: MPR
Jakarta -

Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membereskan perbaikan infrastruktur transportasi di Provinsi Maluku. Hal itu ia sampaikan dalam rapat kerja DPR dengan Kemenhub.

Neng Eem yang juga anggota Komisi V DPR RI menjelaskan dalam kunjungannya ke Maluku beberapa waktu lalu, ada dua permintaan masyarakat terkait infrastruktur transportasi. Pertama, pemindahan dermaga ferry Wailey ke Telaga Kambelu yang berlokasi di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku. Kedua, pengerjaan lanjutan dari Terminal A yang berlokasi di Provinsi Maluku.

Ia menyebut pemindahan dermaga diajukan karena pembangunan dermaga ferry Wailey telah tiga kali dianggarkan tetapi belum juga dilaksanakan. Hal itu dikarenakan masih ada masalah pembebasan lahan.

"Oleh karena itu, diminta agar pembangunan dermaga ferry dipindah dari Wailey ke Telaga Kambelu. Di lokasi baru ini, diyakini bahwa persoalan lahan yang dialami di lokasi dermaga ferry sebelumnya tidak akan terjadi, dan proses pembebasan lahan dapat dilakukan secara cepat dan baik," imbuh Neng Eem dalam keterangannya, Selasa (26/1/2021).

Sementara itu, terkait pembangunan Terminal A di Provinsi Maluku yang terhenti, Neng Eem menyebut masyarakat dan pihak-pihak terkait di Provinsi Maluku tidak tahu persis persoalan apa yang dihadapi. Secara fisik, bangunan sudah berdiri, hanya saja belum beroperasi dan tidak ada aktivitas sama sekali.

"Kalau menurut saya, terminal ini jelas mangkrak, karena bangunannya sudah ada meskipun belum sempurna, tapi tidak ada informasi lanjutan setelah itu seperti aktivitas apa yang akan dilakukan di sana dan sebagainya. Mereka sama sekali tidak mengetahui proses lanjutan dari pembangunan terminal tersebut," ujar Neng Eem.

Neng Eem berharap agar informasi awal yang sudah diperolehnya tersebut dapat ditindaklanjuti oleh Kementerian Perhubungan agar persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat Maluku tersebut dapat diselesaikan.

"Mohon Menteri Perhubungan beserta jajarannya dapat melakukan pengecekan langsung ke kedua lokasi tersebut," cetus Neng Eem.

Ia menekankan pembangunan infrastruktur transportasi harus digarap dengan serius agar tidak ada lagi daerah tertinggal karena sulitnya akses transportasi.

"Dalam konteks kebangsaan, tidak boleh ada daerah yang terpinggirkan atau tertinggal dari daerah-daerah lainnya. Kita harus maju bersama. Oleh karena itu, kebutuhan dan permintaan yang disampaikan masyarakat di wilayah manapun, kalau memang jelas dibutuhkan, kita harus suarakan dan perjuangkan," urai Neng Eem.

(ncm/ega)