Kasus Corona Tembus 1 Juta, Pemprov DKI Segera Tambah RS Rujukan

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 20:32 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melakukan sidak di perkantoran dan pusat perbelanjaan Ibu Kota. Sidak dilakukan untuk pastikan aturan PPKM diterapkan.
Ahmad Riza Patria (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta segera menambah fasilitas kesehatan berupa rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 menyusul kasus positif COVID-19 di Indonesia melebihi angka 1 juta pada hari ini. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan penambahan fasilitas kesehatan itu termasuk lahan pemakaman.

"Sudah sering kami sampaikan, DKI Jakarta akan terus meningkatkan dan mengupayakan ketersediaan berbagai fasilitas. Mulai rumah sakit, laboratorium, tempat, ruang ICU, bahkan tempat pemakaman," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2021).

Riza mengatakan Pemprov DKI Jakarta saat ini sudah ada 101 rumah sakit rujukan COVID-19 di Ibu Kota. Dia meminta kepada rumah sakit lainnya untuk ikut serta menjadi rumah sakit rujukan Corona.

"Semuanya sudah diatur. Pokoknya prinsipnya semuanya kita tingkatkan rumah sakit dari 98 menjadi 101. Kita upayakan, kita tingkatkan terus, sebagaimana kebijakan dari Pak Gubernur, dari Kemenkes juga, rumah sakit rujukan ditingkatkan sampai 40, bahkan 50 persen lagi. Rumah sakit yang belum menjadi RS rujukan, kami minta, sudah mulai proses, menjadi RS rujukan," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Selain itu, Riza telah meminta kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menambah hotel sebagai tempat isolasi mandiri.

"Bahkan kami minta kepada Menteri Pariwisata agar ke depan ditambah lagi hotel-hotel sebagai tempat isolasi mandiri," katanya.

Lebih lanjut Riza menyampaikan saat ini sudah ada 24 persen warga non-DKI yang mendapat perawatan Corona di Jakarta. Tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta saat ini mencapai 84-86 persen.

"Insyaallah kami bisa terus menyiapkan berbagai fasilitas. Faktanya bahkan sampai hari ini tidak kurang dari 24-30 persen kami ikut melayani warga di luar Jakarta. Artinya, kalau tanpa itu, sebetulnya posisi kami tidak pada 84 atau 86 persen okupansinya. Dikurangi lagi bisa dari 24 (persen), mungkin kisarannya tinggal 60-an atau 55 (persen). Tapi karena kami selama ini memberikan pelayanan tidak membedakan seluruh warga Indonesia kami layani secara baik, apakah orang Jakarta maupun non-Jakarta, okupansi kami naik sampai 84-86 persen. Namun kami terus meningkatkan berbagai fasilitas, termasuk SDM," katanya.

Diketahui, pada hari ini dilaporkan dari data di situs Satgas Penanganan COVID-19 bahwa ada 13.094 kasus baru COVID-19 pada Selasa (26/1/2021) sehingga total sejak Maret 2020 sudah ada 1.012.350 kasus COVID-19 di Tanah Air.

Selain itu, dilaporkan ada penambahan pasien sembuh Corona sebanyak 10.868, sehingga hingga hari ini ada 820.356 pasien Corona yang sembuh. Sementara itu, dilaporkan juga hari ini ada 336 pasien meninggal akibat COVID-19. Total tercatat ada 28.468 pasien COVID-19 yang meninggal.

(man/dhn)