TNI AU Angkut 17 Ton Sembako-Tenda untuk Korban Gempa Sulbar-Banjir Kalsel

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 10:20 WIB
TNI AU angkut 17 ton bantuan berupa sembako dan tenda darurat untuk korban gempa Sulbar dan banjir Kalsel (dok Dispenau)
Foto: TNI AU angkut 17 ton bantuan berupa sembako dan tenda darurat untuk korban gempa Sulbar dan banjir Kalsel (dok Dispenau)
Jakarta -

Pesawat C-130 Hercules A-1337 dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang membawa bantuan sosial untuk korban gempa bumi di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Bantuan yang dikirimkan berupa sembako dan tenda darurat dengan berat total 12 ton.

Berdasarkan keterangan dari Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Selasa (26/1), pesawat tersebut diterbangkan Mayor Pnb Fahmi. Bantuan diberangkatkan dari Lanud Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (25/1) kemarin.

Pada hari yang sama, diberangkatkan juga satu pesawat CN-295 A-2909 Skadron Udara 2 yang diterbangkan Kapten Pnb Iskandar. Pesawat itu memuat bantuan sosial seberat lima ton untuk korban gempa Sulbar dan korban banjir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

TNI AU angkut 17 ton bantuan berupa sembako dan tenda darurat untuk korban gempa Sulbar dan banjir Kalsel (dok Dispenau)Distribusi bantuan untuk korban banjir Kalsel (dok Dispenau)

Sementara di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta juga diberangkatkan satu pesawat CN-295 A-2909 Skadron Udara 2 yang diterbangkan Kapten Pnb Iskandar dengan membawa bantuan sosial sebanyak lima ton untuk korban bencana alam di Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Mamuju Majene Sulawesi Barat.

Selain dukungan angkutan udara, prajurit TNI Angkatan Udara juga turut serta membantu para korban banjir di Banjarmasin, Kalsel. Personel Paskhas dikerahkan untuk pendistribusian logistik dan pembersihan fasilitas umum yang terdampak bencana banjir.

Sementara itu, prajurit Batalyon Kesehatan (Yonkes) Denma Mabesau juga dikerahkan ke Desa Botteng, Sulbar. Mereka diberi tugas memberi pelayanan kesehatan dan serta menghibur para korban bencana alam dengan membuat permainan lapangan.

TNI AU angkut 17 ton bantuan berupa sembako dan tenda darurat untuk korban gempa Sulbar dan banjir Kalsel (dok Dispenau)Pelayanan kesehatan untuk korban bencana alam (dok Dispenau)

TNI AU memastikan kegiatan yang dilakukan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

Diketahui, peristiwa gempa bumi di Sulbar terjadi pada Jumat (15/1). Akibat peristiwa tersebut dilaporkan setidaknya ada 90 korban jiwa di Mamuju dan Majene. Sejumlah bangunan di dua kota tersebut juga mengalami kerusakan dengan tingkat beragam.

Sementara, banjir di Kalsel juga sudah terjadi setidaknya sejak dua pekan lalu. Ada puluhan ribu orang sempat mengungsi akibat kejadian tersebut. Bantuan sosial dikirimkan dari berbagai pihak ke lokasi-lokasi pengungsian warga.

Simak video 'Logistik Bantuan Tembus Daerah Terisolir di Mamuju':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/fjp)