Bupati Ungkap Kejanggalan Sebelum Pipa Gas Bocor Tewaskan 5 Warga Madina

Ahmad Arfah - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 19:38 WIB
Lokasi pipa gas bocor di Madina, Sumut (dok. Istimewa)
Lokasi pipa gas bocor di Madina, Sumut (Foto: dok. Istimewa)
Mandailing Natal -

Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution mengungkap kejanggalan sebelum kebocoran pipa gas menyebabkan lima warganya tewas. Dia mengatakan pihaknya sempat dilarang masuk ke lokasi perusahaan untuk mengecek laporan warga soal bau tak sedap di area itu.

"Yang berapa hari ini kan ada riak-riak tampak oleh masyarakat. Nah, termasuk ada itu berbentuk limbah-limbah yang tidak biasa. Makanya saya bentuk tim, nah itu di situ dia, tapi nggak mereka izinkan masuk. Saya bentuk tim dari dinas terkait," kata Dahlan, Senin (25/1/2021).

Dia mengatakan pipa gas itu merupakan bagian untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Namun dia enggan menyimpulkan bau tak sedap yang dilaporkan warga itu berasal dari pipa gas yang bocor.

"Saya minta tegakkan kebenaran, lindungi rakyat. Kami tidak membangkang terhadap pembangunan, kami butuh listrik. Tapi kerjakan dengan benar," ujarnya.

Sebelumnya, polisi mengatakan ada lima orang warga yang tewas diduga akibat keracunan gas. Polisi masih menyelidiki detail penyebab peristiwa itu.

"Lima warga bernama Suratmi, Kaila Zahra, Yusniar, Dahni, dan Syahrani meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi melalui Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Senin (25/1).

Dia mengatakan korban yang tewas ini sudah dibawa ke RSUD untuk diautopsi. Selain korban tewas, ada 24 orang warga dan satu personel polisi yang dirawat karena menghirup gas.

"Peristiwa gas beracun itu menyebabkan 24 warga yang mencoba menutup sumur yang mengeluarkan gas beracun itu pingsan. Serta seorang personel polisi Aipda Lestari dirawat di rumah sakit," ujarnya.

(haf/idh)