Ahli Forensik Sebut Tak Temukan Komunikasi Irjen Napoleon di HP Tommy Sumardi

Zunita Putri - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 19:07 WIB
Irjen Napoleon Bonaparte mendatangi Pengadilan Tipikor, Jakarta. Kedatangannya untuk menjadi saksi di sidang Tommy Sumardi terkait perkara suap Djoko Tjandra.
Foto: Irjen Napoleon Bonaparte (Ari Saputra)
Jakarta -

Jaksa menghadirkan ahli digital forensik Polri, Kompol Heri Priyanto dalam persidangan Irjen Napoleon Bonaparte terkait suap red notice Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Di sidang, Heri mengaku tidak menemukan komunikasi antara Tommy Sumardi dengan Napoleon.

Awalnya Heri menjelaskan dia memeriksa 6 barang bukti yang berkaitan dengan kasus suap red notice Djoko Tjandra. Salah satunya adalah handphone milik Tommy Sumardi yang juga merupakan terdakwa dalam kasus ini.

"(Barang bukti) merek Apple iPhone 7+ atas nama Haji H Tommy Sumardi," ujar Heri dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (25/1/2021).

Kemudian salah satu pengacara Napoleon, Santrawan T Paparang bertanya ke Heri tentang ada atau tidak temuan percakapan antara Tommy dan Napoleon di handphone milik Tommy. Heri mengatakan komunikasi itu tidak ada.

"Apakah dalam chatting WA dari Tommy Sumardi apakah ada yang mengarah berhubungan dengan perkara terdakwa Napoleon? Misalnya permintaan uang, dokumen, atau red notice?" tanya Santrawan.

"Tidak ada pak, di HP yang saya periksa," jawab Heri.

"Kalau tidak ada, apakah bisa juga call telepon yang ada di telepon Tommy Sumardi tersebut terbaca dari pemeriksaan ahli, bahwasanya Tommy Sumardi pernah melakukan kontak dengan Napoleon?" tanya Santrawan lagi.

Heri memastikan tidak ada bukti percakapan komunikasi antara Tommy dan Napoleon. Menurut Heri, hal itu sudah diketahui penyidik saat itu.

"Dari pemeriksaan kita itu call log-nya itu banyak pak, ada 654. Kita lakukan ini. Lalu kita berikan ke penyidik, sudah pasti penyidik sudah lakukan pengecekan. Jadi tidak ada memang," jawab Heri lagi.

Selain itu, Heri juga menyebut komunikasi Tommy Sumardi dengan orang suruhan Djoko Tjandra seperti Nurmawan Fransisca dan Nurdin juga tidak ditemukannya.

"Apakah dalam handphone Tommy Sumardi ditemukan ada komunikasi antara Tommy dengan Nurdin dan Nurmawan Fransisca?" kata hakim ketua Muhammad Damis.

"Tidak ada Yang Mulia, kalau dari data kita tidak ada," kata Heri.

Selain itu, bukti komunikasi Tommy Sumardi dengan orang di luar negeri juga tidak ditemukan. Diketahui, sebelum kasus ini ada Djoko Tjandra berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Dari BAP pemeriksaan, itu tidak ditanyakan oleh penyidik yang mulia," sebut Heri.

Tommy diketahui membuang HP-nya. Simak di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2