Nakes Pasien Corona di Bengkulu Tuntut Insentif Belum Cair Sejak Juni 2020

Hery Supandi - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 18:03 WIB
Nakes di Bengkulu tagih janji insentif yang tak cair sejak Juni 2020
Foto: Nakes di Bengkulu tagih janji insentif yang tak cair sejak Juni 2020 (Hery Supandi/detikcom)
Bengkulu -

Puluhan tenaga kesehatan (nakes) RS M Yunus Bengkulu kembali datangi Gedung DPRD Bengkulu. Mereka meminta kepastian terkait pembayaran insentif nakes yang menangani pasien positif Corona (COVID-19).

Namun, pihak DPRD tak dapat menemui para nakes. Alasannya, ada agenda rapat lainnya, "Kami kecewa tapi kami akan tetap kejar ini hingga insentif kami dibayarkan," kata salah satu nakes RS M Yunus, Saleh kepada wartawan, Senin (25/1/2021).

Saleh menjelaskan dia akan mengajak nakes yang lain agar suara mereka bisa didengar pihak DPRD Bengkulu, untuk kembali menagih janji penyelesaian insentif nakes perawat pasien Corona ini. Saleh mengaku ada 300 nakes rumah sakit M Yunus yang saat ini belum menerima insentif sejak juni lalu.

"Kami ini nakes yang langsung menangani pasien COVID-19 yang dirujuk ke rumah sakit M Yunus. Setiap 14 hari, kami menangani pasien positif covid-19 secara bergantian, sudah sepatutnya insentif kami terima," ungkap Saleh.

Sementara itu, anggota DPRD Bengkulu Zainal mengatakan pihaknya belum bisa menemui para nakes dan akan menjadwalkan ulang pertemuan, karena pihaknya juga perlu memanggil pihak rumah sakit dan Pemprov Bengkulu.

"Kita hari ini ada agenda lain, karena kita harus memanggil pihak rumah sakit dan pemda provinsi agar duduk persoalannya jelas," ungkap Saleh ketika dihubungi wartawan.

Anggota komisi IV DPRD Bengkulu, Dempo Exler menilai persoalan ini kelalaian Pemprov yang tidak menginput ulang data para nakes ke kementerian kesehatan sehingga terjadi kendala keterlambatan pembayaran.

"Tugas pihak rumah sakit dan dinkes kan mendata para nakes sesuai prosedur yang ditetapkan. Nah bila terjadi kendala di kementerian itu tanggung jawab Pemda Provinsi," kata Dempo.

Sedangkan Pemprov Bengkulu mengaku telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 3,3 miliar untuk insentif nakes, namun belum dibayarkan sejak Juni 2020. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan pembayaran insentif nakes itu akan disesuaikan dulu dengan usulan pembayaran. Yaitu dari bulan Juni sampai Desember 2020.

Anggaran Rp 3,3 miliar itu diambil dari anggaran yang telah ditransfer pemerintah pusat pada Desember 2020 sebesar Rp 3,7 miliar. Untuk itu, sebelum dibayarkan, maka Dinkes akan merekap terlebih dahulu, insentif nakes mana saja yang akan dicairkan.

"Ada ratusan nakes yang akan mendapatkan pencairan insentif itu," tutur Herwan.

(aud/aud)