Viral Tiup Lilin Suap-suapan di Acara PDIP Bali, Ini Kata Satgas COVID-19

Ibnu Hariyanto - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 11:46 WIB
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 buka suara soal video viral acara DPD PDIP Bali yang diisi tiup lilin dan suap-suapan tumpeng menggunakan sendok yang sama di tengah pandemi virus Corona. Satgas COVID-19 meminta semua pihak bisa meminimalisasi penularan virus Corona.

"Di masa pandemi, siapa pun orangnya harus bisa bijak semaksimal mungkin untuk meminimalisir peluang penularannya," kata jubir Satgas COVID-19, Wiku Adisasminto, saat dihubungi, Senin (25/1/2021).

Wiku berharap tokoh masyarakat bisa memberikan contoh yang baik. Tokoh masyarakat harus disiplin mematuhi protokol kesehatan.

"Terkhusus tokoh masyarakat dimohon untuk memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, salah satunya ialah disiplin mematuhi protokol kesehatan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, video viral soal suap-suapan tumpeng menggunakan sendok yang sama di tengah pandemi virus Corona terjadi di acara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP di Bali. Ada pula momen tiga orang meniup lilin yang sama dengan melepas masker terlebih dulu.

Acara yang disorot tersebut digelar hari Sabtu (23/1) di aula kantor DPD PDIP Bali di Kota Denpasar. I Wayan Koster mengatakan acara itu dalam rangka HUT Partai dan ulang tahun Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Dalam video yang beredar, ada belasan orang berdiri di panggung acara dan terlihat memakai masker serta udeng di kepalanya. Ada juga tumpeng yang disiapkan di atas meja.

Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster angkat bicara mengenai sesi suap-suapan dengan alat makan yang sama. Ia juga mengatakan tidak ada pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 di acara PDIP Bali.

"Karena kecepatan, satu sendok dipakai 2 orang, setelah itu yang lain, 9 orang, pakai sendok berbeda," ujar Koster kepada detikcom, Senin (25/1).

"Acara dilaksanakan di aula kantor DPD PDI Perjuangan dengan jumlah peserta sekitar 25 orang, menjaga jarak, memakai masker, dan telah mengikuti rapid test antigen dengan hasil negatif. Hanya pada saat tiup lilin saja masker dibuka, sebelum dan sesudahnya masker tetap dipakai," terangnya.

(ibh/tor)