Jaksa Minta Hakim Tolak Pleidoi Pinangki di Kasus Suap Fatwa MA Djoko Tjandra

Zunita Putri - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 11:09 WIB
Sidang pleidoi dengan terdakwa Pinangki Sirna Malasari ditunda karena ayahnya meninggal dunia. Pinangki pun langsung menghadiri pemakaman dengan mata sembab.
Jaksa Pinangki Sirna Malasari (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Jaksa pada Kejaksaan Agung menyampaikan tanggapannya atas nota pembelaan atau pleidoi yang disampaikan Pinangki Sirna Malasari dan pengacaranya dalam sidang kasus suap fatwa Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra. Jaksa meminta hakim menolak seluruh pembelaan Pinangki dan menjatuhkan hukuman untuk Pinangki.

"Kami memohon agar majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara ini berkenan: Menolak pleidoi terdakwa dan penasihat hukum terdakwa untuk seluruhnya. Kedua, menerima dan mempertimbangkan semua tuntutan kami yang telah kami bacakan pada persidangan hari Senin, tanggal 11 Januari 2021," ujar jaksa Yanuar Utomo saat membacakan replik dalam sidang kasus suap fatwa MA Djoko Tjandra di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (25/1/2021).

Jaksa meyakini Pinangki memperoleh uang dari Djoko Tjandra sebesar USD 500 ribu. Jaksa mengatakan uang USD 50 ribu yang diterima Anita Kolopaking dari Pinangki berasal dari pembayaran di muka atau down payment (DP) terkait fatwa MA Djoko Tjandra, yang diserahkan melalui Andi Irfan Jaya.

"Telah diperoleh suatu petunjuk bahwa telah ada penyerahan uang sebesar USD 500 ribu dari saksi Joko Soegiarto Tjandra kepada terdakwa melalui saksi Andi Irfan Jaya, di mana setelah uang down payment sebesar USD 500 ribu diterima saksi Andi Irfan Jaya, uang tersebut kemudian diserahkan oleh saksi Andi Irfan Jaya kepada terdakwa," ucap jaksa.

Jaksa juga keberatan dengan pleidoi Pinangki yang menyebut uang dolar dan gaya hidup mewah Pinangki berasal dari peninggalan almarhum suaminya, bukan DP dari Djoko Tjandra terkait suap fatwa MA. Menurut jaksa, tidak ada bukti kuat dari Pinangki dan pengacara yang menunjukkan kalau uang-uang itu adalah peninggalan almarhum suami Pinangki.

"Bahkan dalam pleidoi terdakwa maupun pleidoi penasihat hukum terdakwa sendiri sama sekali tidak terdapat dan tidak tertuang satu pun bukti bahwa sumber uang cash berupa mata uang dolar yang ditukarkan menjadi mata uang rupiah di money changer, lalu uang tersebut ditransfer dan dibelanjakan oleh terdakwa adalah bersumber dari peninggalan dari almarhum suami terdakwa yang pertama," ujar jaksa.

Simak artikel selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2