Jokowi: Pemanfaatan Wakaf Jangan Lagi Terbatas untuk Tujuan Ibadah

Andhika Prasetia - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 11:05 WIB
Presiden Joko Widodo (Andhika Prasetia - detikcom)
Presiden Joko Widodo (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan besarnya potensi pemanfaatan wakaf di Indonesia yang mencapai hingga Rp 2.000 triliun. Karena itu, Jokowi mengajak untuk memperluas cakupan pemanfaatan wakaf, tidak cukup untuk tujuan ibadah semata.

"Potensi aset wakaf per tahun mencapai Rp 2.000 triliun, dan potensi wakaf uang bisa menembus angka Rp 188 triliun. Oleh karena itu, kita perlu perluas lagi cakupan pemanfaatan wakaf, tidak lagi terbatas untuk tujuan ibadah, tetapi dikembangkan untuk sosial ekonomi yang memberikan dampak signifikan bagi pengurangan kemiskinan dan ketimpangan sosial dalam masyarakat," ujar Jokowi dalam Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Peresmian Brand Ekonomi Syariah Tahun 2021 yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (25/1/2021).

Jokowi menjabarkan, negara-negara seperti Thailand, Jepang, Inggris, sampai Amerika Serikat (AS) mulai mengembangkan ekonomi syariah. Dengan demikian, Jokowi mengajak untuk menangkap peluang pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

"Ekonomi syariah masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Pengembangan ekonomi syariah tidak hanya dijalankan oleh negara dengan mayoritas penduduk muslim, tetapi juga negara-negara lain seperti Jepang, Thailand, Inggris, Amerika Serikat juga mengembangkannya," kata Jokowi.

Jokowi meyakini, pemanfaatan wakaf untuk keperluan sosial-ekonomi bisa memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan kemiskinan dan ketimpangan sosial di Indonesia. Tetapi, kata Jokowi, indeks pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah masih rendah.

"Kita masih punya sejumlah pekerjaan rumah, indeks literasi ekonomi syariah Indonesia masih rendah 16,2 persen. Ini masih rendah. Masih banyak ruang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, masih banyak peluang untuk dapat dioptimalkan," ucap Jokowi.

Ditambahkan Jokowi, pemerintah menargetkan pembangunan bank syariah terbesar di Indonesia pada Februari 2021. Di samping itu, pemerintah sudah memiliki program Bank Wakaf Mikro sampai penguatan lembaga zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk memberdayakan ekonomi umat.

"Kita memperkuat industri keuangan syariah dengan membangun satu bank syariah terbesar di Indonesia. Kita sudah targetkan insyaallah di bulan Februari sudah bisa diselesaikan. Kita mengembangkan Bank Wakaf Mikro di berbagai tempat dan memperkuat lembaga zakat, infak, sedekah, wakaf, untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat," tuturnya.

Acara Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Peresmian Brand Ekonomi Syariah Tahun 2021 ini diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta. Turut hadir secara fisik antara lain Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

(dkp/tor)