Petugas Karantina Parepare Gagalkan Penyeludupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen

Hasrul Nawir - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 09:50 WIB
Karantina Pertanian Parepare Gagalkan Penyeludupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen
Karantina Pertanian Parepare Gagalkan Penyeludupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen (Hasrul/detikcom)
Parepare -

Stasiun Karantina Pertanian Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), bersama Direktorat Polairud Polda Sulsel mengagalkan penyelundupan ratusan burung tanpa dokumen di pelabuhan Cappa Unjung, Parepare, Sulsel. Dari ratusan burung tanpa dokumen itu, enam merupakan satwa dilindungi.

Burung-burung tersebut disita dari Kapal Kargo berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (25/1/2021) dini hari. Enam keranjang buah yang berisi ratusan ekor burung disembunyikan di salah satu dek kapal.

"Tim gabungan berhasil mendapati 6 keranjang buah yang berisikan ratusan ekor burung yang ditempatkan pada salah satu dek kapal. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui sebanyak 127 ekor burung yang terdiri dari 121 ekor burung jalak kerbau dan 6 ekor burung Cucak Ijo yang tidak dilaporkan kepada pejabat karantina dan tidak memiliki dokumen kesehatan dari daerah asal. Karena tidak ada yang mengaku sebagai pemilik, selanjutnya burung-burung tersebut kami bawa dan ditempatkan pada instalasi penahanan untuk dilakukan proses lebih lanjut," kata Kasubsi Pelayanan Operasional Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Parepare, Rian Hari Suharto.

Rian menjelaskan, dari ratusan ekor burung itu, terdapat enam ekor yang merupakan satwa dilindungi. Enam burung yang dilindungi itu berjenis Cucak Ijo.

"Olehnya itu kita sudah berkoordinasi dengan BKSDA, berdasarkan SOP untuk hewan yang dilindungi akan langsung dipulangkan ke habitat aslinya di daerah asal burung ini didapatkan," terangnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Parepare, Andi Faisal, mengatakan pihaknya akan terus menekan tindakan penyelundupan satwa yang dilindungi. Hal itu dilakukan dengan membangun sinergi bersama instansi terkait yang ada di pelabuhan.

"Dengan operasi rutin yang kita lakukan, sedapat mungkin kita bisa menekan upaya penyelundupan satwa, khususnya yang dilindungi," tuturnya.

(ibh/ibh)