Round-Up

Sederet Aksi Sergei Kosenko di Bali Berujung Deportasi dari RI

Tim detikcom - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 05:52 WIB
Bule Sergei Kosenko dideportasi usai viral party tanpa prokes di Bali (Angga Riza/detikcom)
Foto: Bule Sergei Kosenko dideportasi usai viral party tanpa prokes di Bali (Angga Riza/detikcom)

Hasil penyelidikan polisi, sepeda motor berpelat DK yang dipakai Sergei ternyata bodong. Motor yang sempat diberikan kepada nelayan itu akhirnya diamankan di Polres.

Belakang Sergei kembali berulah di Bali. Dia diketahui telah mengadakan pesta alias party di sebuah restoran di Badung, Bali, tanpa menerapkan protokol kesehatan dengan tidak mengenakan masker dan menjaga jarak. Sergei pun dideportasi Kantor Wilayah Kemenkum HAM Bali.

"Terhadap Sergei Kosenko dikenakan tindakan administratif Keimigrasian berupa Pendeportasian dan Penangkalan sebagaimana diatur dalam Pasal 75 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian," kata Kepala Kanwil Kemenkum HAM Bali Jamaruli Manihuruk kepada wartawan saat jumpa pers, Minggu (24/1/2021).

Sergei diketahui melakukan party bersama teman-temannya tanpa menjaga jarak di Badung. Peristiwa itu terjadi pada Senin (11/1).

"Diketahui yang bersangkutan membuat ulah kembali dengan mengadakan party tanpa memperhatikan protokol Kesehatan di daerah Badung dan diunggah di akun Instagram @sergey_kosenko pada Senin tanggal 11 Januari 2021. Kegiatan tersebut telah melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku salah satunya berupa surat edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 02 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)," ujar Jamaruli.

Selain berulah karena party melanggar protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19, Sergei juga melakukan penyalahgunaan visa. Dia diketahui menjadi seorang duta yang mewakili kegiatan dari perusahaan tertentu untuk mengundang investor.

"Selain itu, dari hasil pemeriksaan, diketahui pula bahwa Sergei Kosenko telah melakukan kegiatan-kegiatan seperti menjadi seorang duta yang mewakili kegiatan dari perusahaan tertentu, mengundang investor, dan menjadi seorang marketing dengan mempromosikan produk sebuah perusahaan tertentu, yang dalam hal ini kegiatannya tidak sesuai dengan persetujuan telex visa B211B di bawah seorang penjamin dari sebuah PT. Sehingga patut diduga Sergei telah melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 huruf a jo Pasal 123 huruf b Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian," pungkasnya.

Halaman

(fas/isa)