GeNose Juga Akan Dipakai Deteksi Corona di Terminal Pulo Gebang-Kp Rambutan

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 24 Jan 2021 17:37 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi menjajal alat pendeteksi Corona buat ahli-ahli UGM, GeNose.
Menhub Budi Karya Sumadi menjajal alat pendeteksi Corona buat ahli-ahli UGM, GeNose. (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyambangi Terminal Kampung (Kp) Rambutan, Jakarta Timur (Jaktim), sore ini. Budi Karya menyambangi Terminal Kp Rambutan untuk menyaksikan penggunaan alat deteksi COVID-19 GeNose.

Budi Karya tiba Terminal Kp Rambutan, Ciracas, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (24/1/2021), sekitar pukul 15.09 WIB. Dia terlihat mengenakan jaket hitam, celana panjang hitam, dan sepatu cokelat.

Setiba, Budi Karya disambut Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo. Hadir pula Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi dan Kepala Terminal Kp Rambutan Made Jhoni. Budi Karya pun langsung berbincang dengan Syafrin, Budi Setiyadi, dan Made Jhoni.

Tak lama, seorang petugas memberikan alat GeNose seperti kantong ke Budi Karya. Dia pun memakai GeNose untuk mendeteksi virus Corona.

"Tadi barusan bapak mengambil sampel napas, Pak Menteri mengambil sampel napas di napas ketiga. Nanti sehabis ini, kami akan mengetes sampel napas Bapak Menteri di alat kami, alat GeNose C-19. Nanti hasilnya itu keluar di layar ini," ujar Kepala Produksi GeNose C-19, Eko Fajar, saat memberikan keterangan.

"Hasilnya negatif. Ini sekitar 50 detik untuk mendeteksi apakah seseorang itu negatif atau positif (COVID-19)," lanjutnya yang langsung disambut tepuk tangan.

Menhub Budi Karya Sumadi menjajal alat pendeteksi Corona buat ahli-ahli UGM, GeNose, di Terminal Kampung Rambutan, Jaktim, Minggu (24/1/2021).Menhub Budi Karya Sumadi menjajal alat pendeteksi Corona buat ahli-ahli UGM, GeNose (Sachril/detikcom)

Kembali ke Budi, dia menjelaskan bahwa GeNose akan mulai ditaruh di stasiun-stasiun. Selain itu, lanjutnya, GeNose akan didistribusikan di terminal-terminal bus secara bertahap.

Pendistribusian GeNose, lanjutnya, untuk menghargai karya anak bangsa. Budi pun menerangkan nantinya calon penumpang bus akan dicek COVID-19 secara random.

"Kembali lagi ke GeNose, kepada angkutan bus, mungkin kita belum memberikan mandatory (kewajiban). Karena kalau mandatory berarti setiap tiket harus ditambah Rp 20 ribu. Nah, oleh karenanya, kita akan lakukan random. Tetapi saya minta kepada Pak Dirjen Darat, Kadishub, dan seluruh Kadishub di seluruh Indonesia, bahwa nanti pada saatnya dilakukan random, bila seseorang yang dinyatakan positif, maka mereka tidak boleh (memakai angkutan bus)," ucap Budi Karya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2