PDIP Nilai Anies Hanya Bela Diri Saat Cerita Kesiapan DKI Tangani COVID-19

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 24 Jan 2021 15:03 WIB
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan kesiapan DKI Jakarta dalam menangani COVID-19 yang masih dianggap enteng. PDIP DKI Jakarta menilai hal ini hanyalah pembelaan diri semata.

"Saya pikir itu kan hanya sekadar pembelaan diri. Terbukti ketika DKI waktu itu diberikan kesempatan untuk melakukan PSBB rem darurat yang diperketat nggak signifikan dan DKI ini yang seterusnya, sejak mulai PSBB yang perketat terus diperpanjang sampai yang nanya PSBB transisi," kata anggota DPRD Fraksi PDIP, Jhonny Simanjuntak, saat dihubungi, Minggu (24/1/2021).

Politikus PDIP ini menilai selama ini Pemprov DKI Jakarta gagal dalam menggerakkan komponen masyarakat dalam penanganan COVID-19. Dia mengkritisi selama ini Pemprov lemah dalam implementasi kebijakan yang berlaku.

"Itu dari dulu saya katakan, dia nggak pernah hanya pernyataan. Mereka pernyataan-pernyataan hanya membela diri. Pernyataan Gubernur sama Wagub sama saja, mereka bermain di narasi. Pak Gubernur turun dong ke masyarakat, ngobrol bareng," tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti klaster keluarga menjadi permasalahan utama di Ibu Kota. Menurutnya, pelanggaran protokol kesehatan mayoritas ditemukan di permukiman warga.

"Klaster keluarga ini sumbernya dari mana? Ya, dari permukiman yang padat itu, yang Pemprov DKI Jakarta tidak mampu untuk menggerakkan mereka, partisipasi aktif untuk bersama sama membantu pemerintah untuk mengawasi warganya di tiap RT-RW," ujarnya.

"Karena di situ nggak jalan kemudian ketika di permukiman padat itu lihat aja orang orang kumpul-kumpul nggak pakai masker. Masalahnya di mana? Padahal itu udah dibikin PSBB ketat loh, tapi warga tidak mau jalan saja terus mereka. Kenapa? karena Pemprov DKI Jakarta melalui perangkat-perangkatnya tidak bisa menindak mereka, nggak berani, takut," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2