Stafsus Jokowi Yakin Pemilu Palestina Jadi Momentum Rekonsiliasi Hamas-Fatah

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 24 Jan 2021 14:01 WIB
Pengusaha Muda yang juga Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono saat menjadi pembicara dihadapan kaum milenial acara bertajuk “Dengar yang Muda” di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Kamis (7/2/2019). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah merangkul generasi muda sebagai agent of change. Kegiatan yang memasuki seri ke-12 mengangkat sektor UMKM.
Diaz Hendropriyono (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan bahwa pemilihan parlemen dan presiden (pemilu) akan digelar tahun ini. Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi), Diaz Hendropriyono, meyakini gelaran Pemilu Palestina tersebut bisa menjadi momentum rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah.

"Saya optimis pemilu ini akan menjadi momentum rekonsiliasi. Kalau Hamas dan Fatah kompak, perjuangan diplomasi Palestina akan lebih efektif, karena legitimasinya jelas," kata Diaz dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (24/1/2021).

Diaz menyebut konflik antara Hamas dan Fatah menyulitkan Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan. Dia menilai keputusan Abbas mengadakan pemilu menunjukkan sikap kenegarawanan.

"Keputusan mengadakan pemilu ini bukti bahwa selain Presiden Mahmoud Abbas adalah negarawan sejati, juga menunjukkan komitmen Abbas terhadap demokrasi dan perdamaian di Palestina. Sikap ini harus 100 persen didukung," ucapnya.

Lebih lanjut, Diaz menyakini pemerintah Indonesia bersedia membantu Palestina perihal gelaran pemilu ini. Menurut Ketum PKPI itu, dukungan Indonesia dapat berupa partisipasi Indonesia sebagai pengamat pemilu (election observer).

Selain itu, Indonesia bisa menjadi negara pertama yang mengakui hasil pemilu nantinya. Bahkan, sebut Diaz, Indonesia juga bisa mengajak negara-negara sahabat, terutama yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), untuk mengakui hasil Pemilu Palestina.

"Hubungan Indonesia dan Palestina sudah seperti saudara. Kita pasti bantu apabila diminta. Ketika kita musibah kecelakaan pesawat Sriwijaya (Sriwijaya Air SJ182), saudara kita di Palestina turut menggelar salat gaib bagi korban. Ini menunjukkan kedekatan kita," tutur Diaz.

"Uni Eropa saja mendukung sebagai pengamat, kita juga harus siap kalau diminta," imbuhnya.

Selengkapnya simak di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2