Anies Cerita Kesiapan DKI Ketika COVID-19 Masih Dianggap Enteng

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 24 Jan 2021 11:36 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan pihaknya tidak pernah lelah menangani COVID-19. Anies kembali bercerita kesiapan DKI Jakarta sejak COVID masih dianggap enteng.

"InsyaAllah, DKI Jakarta Tidak Pernah Lelah. Kami selalu serius, dalam menangani masalah COVID-19 ini. Keseriusan itu diwujudkan dengan konsistensi kebijakan, dan peningkatan kemampuan: Testing, Tracing, dan Isolasi-Treatment," kata Anies Baswedan dalam unggahan terbarunya di Instagram, Minggu (24/1/2021).

Anies menegaskan kemampuan DKI Jakarta dalam menangani pandemi COVID selalu diikuti transparansi dan langkah-langkah yang terukur berbasis ilmu pengetahuan. Anies menegaskan DKI Jakarta sedari awal sudah bersiap menghadapi COVID sebagai urusan yang panjang.

"Kemampuan itu disertai dengan sikap transparansi, keterbukaan, dan selalu merujuk pada ilmu pengetahuan. Itu adalah prinsip penanganan COVID-19 di DKI," ucap Anies.

"Sejak COVID-19 masih dianggap enteng, di saat sebagian mengira ini urusan pendek yang akan cepat selesai, kami di DKI Jakarta sudah bersiap utk menghadapi masalah ini sebagai urusan yang panjang," imbuh Anies.

Anies kemudian memberi contoh penanganan COVID-19 di DKI lewat RSUD Cengkareng. Anies, dalam unggahan terbarunya ini, menyambangi RSUD Cengkareng dan menyapa para tenaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan.

"RSUD Cengkareng ada contohnya. Di awal pandemi, DKI telah tetapkan RSUD Cengkareng ini sebagai RS khusus COVID-19. Kapasitas dikembangkan dengan amat cepat. Kita menyadari, dengan belajar dari sejarah dan pengalaman kota lain di dunia, bahwa pandemi tidak pernah sebentar, serta memerlukan stamina panjang," ucap Anies.

"Semangat itu nampak di RSUD Cengkareng, salah satu RS rujukan COVID-19 milik Pemprov DKI dengan daya tampung paling besar. Rumah Sakit ini memilki 80 ICU dan 240 ruang rawat isolasi non ICU. Rumah sakit ini terus menambah kapasitas ICU dan tempat tidur isolasi. Ini berarti juga menambah jumlah tenaga medis, peralatan kesehatan juga obat-obatan," imbuh dia.

Anies menyebut tenaga kesehatan bekerja merawat pasien COVID-19 tanpa kenal lelah, baik memonitor semua melalui CCTV maupun merawat langsung dari kamar ke kamar dengan menggunakan APD lengkap. Anies menuturkan, di balik masker, wajah para tenaga kesehatan itu tetap bersemangat dan penuh senyum, mengirimkan pesan optimisme kepada pasien yang mereka rawat, yaitu 'Insyaallah kalian sembuh dan bisa pulang kembali ke rumah bertemu keluarga!'.

Anies menegaskan tenaga kesehatan adalah benteng pertahanan terakhir dan jumlahnya tak sebanyak orang-orang yang terinfeksi. Anies tak ingin benteng tersebut roboh karena hadirnya gelombang pasien COVID-19 yang makin banyak.

"Mari bantu mereka agar jangan ada lagi warga yang harus dirawat di sini. Pastikan diri kita, keluarga dan orang-orang di lingkungan kita menjaga dengan ketat protokol kesehatan. Jangan lelah menggunakan masker, jangan abai menjaga jarak, dan jangan malas mencuci tangan," ucap Anies.

(gbr/knv)