Round-Up

Menanti Kelanjutan Pencarian CVR SJ182 yang Diduga Tartancap di Lumpur

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 22:36 WIB
Flight Data Recorder (FDR) black box Sriwijaya Air SJ182 berhasil ditemukan pada hari ke-4 pencarian, Selasa (12/1). Begini proses pncarian hingga FDR ditemukan.
Ilustrasi (Proses evakuasi Sriwijaya Air SJ182, Foto: detikcom)
Jakarta -

Keberadaan memori Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ182 masih misteri. Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian pekan depan.

Operasi pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 resmi ditutup pada hari ke-13. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyerahkan operasi lanjutan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Budi menjelaskan operasi lanjutan tersebut guna mencari bagian memori dari cockpit voice recorder (CVR) black box Sriwijaya Air. Terlebih, kata dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga berharap bagian memori tersebut dapat ditemukan.

Insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini terjadi pada Sabtu, 9 Januari 2021 yang lalu di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Jakarta sekitar pukul 14.40 WIB setelah. Pesawat tersebut diketahui baru lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta dan hendak menuju ke Pontianak.

Dalam CVR terdapat komponen underwater locator beacon (ULB) atau yang juga disebut underwater acoustic beacon. ULB tersebut dapat memancarkan sinyal 'Ping' yang bisa dilacak apabila pesawat jatuh ke dalam air. Sinyal ini mampu bekerja di kedalaman 6.000 meter selama tiga bulan.

Dalam kasus CVR Sriwijaya Air SJ182, ULB ditemukan terpisah dari CVR. Dengan demikian, CVR tak lagi bisa dilacak melalui sinyal dari ULB tersebut dan harus dilakukan secara manual.

Diduga Tertancap dalam Lumpur

TNI AL menduga bagian yang merekam data percakapan atau suara di kokpit pesawat itu tertancap di lumpur. Kepala Dinas Penyelamatan Bawah Air (Kadislambair) Koarmada I TNI AL, Kolonel Wahyudin Arif menyebut CVR kemungkinan memiliki bobot yang berat. Sehingga, komponen tersebut tidak mudah terombang-ambing oleh arus.

"Kemungkinan dia malah tertancap di dalam lumpur itu. Makanya kan kita kalau ke bawah itu kan gali-gali itu," ujar Wahyudin Arif saat dihubungi detikcom, Sabtu (23/1/2021).

Arus Tenang Jadi Kendala Pencarian CVR

Wahyudin juga menyampaikan kendala saat melakukan pencarian CVR.

Menurut Wahyudin, arus yang tenang justru lebih menyulitkan para penyelam.

"Pas kalau lagi di bawah tenang malah kami burem, karena lumpurnya nggak kemana-mana. Kalau ada arus pelan gitu, dia lumpurnya langsung kebuang kena arus," ucapnya.

Selama 13 hari, tim SAR gabungan baru mendapatkan bagian CVR electronic unit. Bagian yang baru ditemukan itu adalah bagian yang berfungsi menangkap data percakapan atau suara yang ada di kokpit.

Sementara itu, bagian CVR yang belum ditemukan adalah crash survivable memory unit (CSMU). Bagian ini berisi data rekaman percakapan atau suara di cockpit.

Pencarian CVR akan dilanjutkan Senin besok, simak selengkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2