Pemerintah Akan Gunakan GeNose C19 di Stasiun Kereta Awal Februari

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 14:21 WIB
Kunjungan Menhub Budi Karya Sumadi dan Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan ke Stasiun Senen, Jakpus
Kunjungan Menhub Budi Karya Sumadi dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan ke Stasiun Senen, Jakpus. (Kadek/detikcom)

Alat screening virus Corona, yaitu GeNose C19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), dinyatakan memiliki sensitivitas tinggi. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan sensitivitas alat tersebut sudah di atas 90 persen.

"Akurasinya menurut uji validasi yang dilakukan terakhir yang sudah disampaikan kepada Kemenkes sebelum dapat izin edar tingkat sensitivitas itu sekitar 92 persen, tingkat spesifisitas itu 90 persen. Jadi intinya kita ingin punya alat screening atau rapid test yang mudah," ujar Bambang dalam acara konferensi pers penyerahan alat GeNose C19 secara daring, Kamis (7/1).

Bambang menjelaskan GeNose C19 berfungsi sebagai screening, bukan diagnosis COVID-19. Bambang menerangkan sistem kerja alat tersebut menggunakan teknologi artificial intelligence.

"Bahwa GeNose ini adalah alat screening cepat, dia tidak menjadi alat untuk diagnosis, dia benar-benar akan menjadi alat screening atau istilahnya Pak Menko tadi dia kategorinya rapid test. Cuma bedanya, kalau ada rapid test antibodi ambil darah, rapid test antigen mengambil swab, kalau yang ini GeNose ini memakai embusan napas kita, tapi dasarnya adalah rapid test," kata Bambang.

Halaman

(hel/hel)