Golkar soal Siswi Nonmuslim Diminta Berjilbab: Rekrutmen Guru Harus Ketat

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 13:11 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR dari Golkar, Hetifah Sjaifudian (Dok. Istimewa)
Wakil Ketua Komisi X DPR dari Golkar, Hetifah Sjaifudian (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Seorang siswi nonmuslim di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat (Sumbar), yang diminta memakai jilbab oleh pihak sekolah menjadi sorotan publik. Golkar meminta setiap tenaga pendidik tidak bersikap radikal dan diskriminatif.

"Tenaga pendidik tentu saja harus menjadi contoh. Jangan bersikap radikal dan diskriminatif," kata Waketum Golkar Hetifah Sjaifudian kepada wartawan, Sabtu (23/1/2021).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu juga meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat proses seleksi rekrutmen guru lebih ketat. Bahkan ia menilai Kemendikbud dapat membuat sanksi tegas jika ada oknum yang melanggar aturan dalam prosesi seleksi guru.

"Proses seleksi saat rekrutmen harus lebih ketat, juga perlu ditatar sedemikian rupa. Berarti dari Kemendikbud harus ada framework-nya yang jelas. Sehingga sanksi bisa ditegakkan jika dilanggar," katanya.

Hetifah juga meminta Kemendikbud lebih menekankan praktik kebebasan beragama dalam satuan pendidikan. Ia berharap lembaga pendidikan yang dinaungi pemerintah dapat menerapkan hal itu.

"Kemendikbud harus memberikan penekanan bahwa praktik seperti itu tidak dibenarkan kepada seluruh satuan pendidikan. Kebebasan untuk mempraktikkan ajaran agama sesuai kepercayaan masing-masing adalah hak yang terjamin dalam konstitusi dan harus dimulai dari instansi pendidikan di bawah pemerintahan," ujarnya.

Lebih lanjut Hetifah menilai perlunya sanksi dalam kejadian siswi nonmuslim yang diminta mengenakan jilbab di SMKN 2 Padang. Ia juga berharap tidak ada sekolah yang memaksa siswa menggunakan atribut agama tertentu.

"Intinya, sekolah negeri tidak boleh memaksakan murid mengenakan atribut keagamaan. Sebaliknya juga nggak boleh memaksa melepaskan atribut, misalnya di daerah yang mayoritas nonmuslim juga nggak boleh maksa melepaskan hijab," ucapnya.

"Menurut saya, sanksi tetap perlu. Kalau masalah begini tidak viral, belum tentu satuan pendidikan menyadari kesalahannya. Tugas kita bersama termasuk DPRD dan DPR ikut mengawasi agar peristiwa serupa ini tidak terulang," imbuh Hetifah.

Penjelasan mengenai siswi nonmuslim di SMKN 2 Padang diminta menggunakan jilbab. Simak halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2