TNI AL: Kemungkinan CVR Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Tertancap di Lumpur

Rahmat Fathan - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 10:22 WIB
Flight Data Recorder (FDR) black box Sriwijaya Air SJ182 berhasil ditemukan pada hari ke-4 pencarian, Selasa (12/1). Begini proses pncarian hingga FDR ditemukan.
Operasi SAR saat pencarian black box Sriwijaya SJ182 (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Bagian memori CVR (cockpit voice recorder) Sriwijaya Air SJ182 belum ditemukan. TNI AL menduga bagian yang merekam data percakapan atau suara di kokpit pesawat itu tertancap di lumpur.

Kepala Dinas Penyelamatan Bawah Air (Kadislambair) Koarmada I TNI AL Kolonel Wahyudin Arif menyebut CVR mungkin memiliki bobot yang berat. Sehingga, komponen tersebut tidak mudah terombang-ambing oleh arus.

"Kemungkinan dia malah tertancap di dalam lumpur itu. Makanya kan kita kalau ke bawah itu kan gali-gali itu," ujar Wahyudin Arif saat dihubungi detikcom, Sabtu (23/1/2021).

Wahyudin juga menyampaikan kendala saat melakukan pencarian CVR. Menurut Wahyudin, arus yang tenang justru lebih menyulitkan para penyelam.

"Pas kalau lagi di bawah tenang malah kita burem, karena lumpurnya ga ke mana-mana. Kalau ada arus pelan gitu, dia lumpurnya langsung kebuang kena arus," ucapnya.

Selama 13 hari, tim SAR gabungan baru mendapatkan bagian CVR electronic unit. Bagian yang baru ditemukan itu adalah bagian yang berfungsi menangkap data percakapan atau suara yang ada di kokpit.

Sementara itu, bagian CVR yang belum ditemukan adalah crash survivable memory unit (CSMU). Bagian ini berisi data rekaman percakapan atau suara di kokpit.

Untuk diketahui, dalam CVR terdapat komponen underwater locator beacon (ULB) atau yang juga disebut underwater acoustic beacon. ULB tersebut dapat memancarkan sinyal 'Ping' yang bisa dilacak apabila pesawat jatuh ke dalam air. Sinyal ini mampu bekerja di kedalaman 6.000 meter selama tiga bulan.

Dalam kasus CVR Sriwijaya Air SJ182, ULB ditemukan terpisah dari CVR. Dengan demikian, CVR tak lagi bisa dilacak melalui sinyal dari ULB tersebut dan harus dilakukan secara manual.

Mengenai data dalam flight data recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air SJ182. Baca di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2