Kejagung Akan Periksa Terdakwa Jiwasraya Benny Tjokro Terkait Kasus Asabri

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 21:53 WIB
Jampidsus Ali Mukartono
Ali Mukartono (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut siapa saja pihak yang masuk dalam pusaran kasus dugaan korupsi penyimpangan investasi di PT Asabri (Persero). Kejagung berencana akan memeriksa terdakwa kasus Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro, dalam perkara ini.

"Direncanakan iya (Benny Tjokro diperiksa) tapi waktunya kapan terserah direktur penyidikan, termasuk dalam melakukan pemeriksaan pastilah," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Ali Mukartono kepada wartawan di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (22/1/2021).

Ali menerangkan perihal rencana pemeriksaan terhadap Benny Tjokro ini sejatinya telah diungkap oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin. Kata Ali, pemeriksaan itu berangkat dari kemungkinan kesamaan tersangka dalam kasus Jiwasraya dengan Asabri, yang kini dibidik Kejagung.

"Kan pernah disebut Pak Jaksa Agung sebagian tersangka kemungkinan sama, gitu kan, jadi siapa. Kalau disebut-sebut Hanson ya berarti pemiliknya kita periksa nanti," katanya.

Jaksa Agung ST Burhanuddin sebelumnya mengatakan kasus dugaan korupsi di PT Asabri kini ditangani Kejagung. Burhanuddin menyebut ada kesamaan antara kasus itu dan skandal Jiwasraya yang sudah lebih dulu diusut kejaksaan.

"Dugaan calon tersangka dulu ya calon tersangka itu hampir sama antara Jiwasraya dengan Asabri. Jadi kenapa kami diminta untuk menangani karena ini ada kesamaan, kemudian dan kami tentunya sudah memetakan tentang permasalahan ini," kata Burhanuddin dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (22/12).

Hal itu disampaikan Burhanuddin bersama Menteri BUMN Erick Thohir. Namun, Burhanuddin belum membeberkan detail perihal dugaan korupsi di Asabri.

"Yang penting juga kita kan me-mapping dari pada korupsi ini dan aset-asetnya karena tetap kita juga harus menjaga kesinambungan dengan berjalannya Asabri. Ya kan kita harus jaga, jangan sampai nanti ada perusahaan yang tidak kuat berjalan lagi. Nah itu yang kita pastikan," ucap Erick, yang berada di samping Burhanuddin.

Padahal pada awal tahun ini, tepatnya 22 Januari 2020, Burhanuddin mengaku tidak akan ikut mengusut dugaan korupsi Asabri. Menurutnya, kasus Asabri telah ditangani pihak lain.

"Nggak, Asabri sudah ada yang ngambil," kata Burhanuddin kala itu.

(whn/rfs)