Kejagung soal Tersangka Dugaan Korupsi Asabri: Lebih dari 2 Orang

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 18:56 WIB
Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah meninggalkan Gedung Merah Putih KPK,  Jakarta, Senin (7/9/2020). Febrie menyambangi KPK terkait penyidikan kasus jaksa Pinangki Sirna Malasari. Belum diketahui materi pertemuan Febrie dengan pihak KPK.
Febrie Adriansyah (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut kasus dugaan korupsi penyimpangan investasi di PT Asabri. Kejagung memastikan dugaan tersangka dalam perkara PT Asabri ini lebih dari 2 orang.

"Saya pastikan lebih dari dualah," kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah kepada wartawan, di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (22/1/2021).

Kendati demikian, Febrie enggan memerinci identitas tersangka yang masuk pusaran kasus Asabri ini. Dia pun belum mau menyebutkan kapan waktu yang pasti untuk mengungkapnya.

"Itu nanti (tersangka). Belumlah tergantung nanti keputusan," tuturnya.

Febrie mengungkap saat ini pihaknya sedang mendalami siapa saja pihak-pihak yang bertransaksi di kasus korupsi Asabri. Dari situ, penyidik akan mengidentifikasi transaksi yang menyimpang dan menghitung kerugian keuangan negara.

"Yang jelas di Asabri, ini kan sedang kita perdalam. Para pihak yang bertransaksi di situ dan anak-anak lagi identifikasi ada berapa transaksi-transaksi itu yang menyimpang. Ini yang dikerjasamakan dengan teman-teman auditor BPK untuk menghitung kerugian," katanya.

Diketahui, Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin mengatakan kasus dugaan korupsi di PT Asabri kini ditangani Kejagung. Burhanuddin menyebut ada kesamaan antara kasus itu dan skandal Jiwasraya yang sudah lebih dulu diusut kejaksaan.

"Dugaan calon tersangka dulu ya calon tersangka itu hampir sama antara Jiwasraya dengan Asabri. Jadi kenapa kami diminta untuk menangani karena ini ada kesamaan, kemudian dan kami tentunya sudah memetakan tentang permasalahan ini," kata Burhanuddin dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (22/12).

Hal itu disampaikan Burhanuddin bersama Menteri BUMN Erick Thohir, yang sengaja menemuinya untuk urusan ini. Namun Burhanuddin belum membeberkan detail perihal dugaan korupsi di Asabri.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2