KPK Perpanjang Masa Penahanan Edhy Prabowo Selama 30 Hari

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 18:26 WIB
Eks Menteri KKP Edhy Prabowo diperiksa KPK. Seperti diketahui, Edhy merupakan salah satu tersangka dalam kasus suap ekspor benih lobster itu.
Edhy Prabowo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK memperpanjang masa penahanan para tersangka kasus suap ekspor benih lobster atau benur. Masa penahanan akan diperpanjang selama 30 hari ke depan.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut perpanjangan masa penahanan dilakukan untuk melengkapi berkas perkara di tingkat penyidikan. Mereka akan ditahan di Rutan Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

"Hari ini untuk melengkapi berkas perkara ditingkat penyidikan, tim penyidik KPK memperpanjang masa penahanan tersangka masing-masing selama 30 hari berdasarkan penetapan pertama Ketua PN Jakarta Pusat, terhitung sejak 24 Januari sampai dengan 22 Februari 2021 di Rutan Merah Putih KPK," kata Ali kepada wartawan, Jumat (22/1/2021).

Ada empat tersangka yang masa penahanannya diperpanjang hari ini. Keempatnya adalah Edhy Prabowo, Safri, Siswadi, dan Ainul Faqih.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tujuh tersangka, termasuk Edhy Prabowo. Selain Edhy, ada enam orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka.

Berikut ini daftar ketujuh tersangka:

Sebagai penerima:
1. Edhy Prabowo (EP), eks Menteri KKP;
2. Safri (SAF), eks Stafsus Menteri KKP;
3. Andreau Pribadi Misanta (APM), eks Stafsus Menteri KKP;
4. Siswadi (SWD), Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
5. Ainul Faqih (AF), Staf istri Edhy Prabowo; dan
6. Amiril Mukminin (AM)

Sebagai pemberi:
7. Suharjito (SJT), Direktur PT DPP

Secara singkat, PT DPP merupakan calon eksportir benur yang diduga memberikan uang kepada Edhy Prabowo melalui sejumlah pihak, termasuk dua stafsusnya. Dalam urusan ekspor benur ini, Edhy diduga mengatur agar semua eksportir melewati PT ACK sebagai forwarder dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

KPK menduga suap untuk Edhy Prabowo ditampung dalam rekening anak buahnya. Salah satu penggunaan uang suap yang diungkap KPK adalah ketika Edhy Prabowo berbelanja barang mewah di Amerika Serikat (AS), seperti jam tangan Rolex, tas LV, dan baju Old Navy.

(fas/knv)