Bangkai Paus Bryde 13,8 Meter Terdampar di Pantai Batu Belig Bali

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 10:38 WIB
Proses penguburan bangkai paus bryde di Pantai Batu Belig, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (21/01/2021). ANTARA/HO-Humas BKSDA Bali.
Proses penguburan bangkai paus bryde di Pantai Batu Belig, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (21/1/2021). (ANTARA/HO-Humas BKSDA Bali)
Denpasar - Bangkai paus jenis bryde atau paus edeni (Balaenoptera brydei) ditemukan terdampar di Bali. Bangkai paus itu sepanjang 13,8 meter dengan lingkar badan 4 meter.

Bangkai paus ini ditemukan terdampar di Pantai Batu Belig, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.

"Untuk mengetahui penyebab kematian paus ini telah dilakukan pengambilan sampel badan dan organ yang dilakukan oleh tim dokter hewan," kata Kepala BKSDA Bali R Agus Budi Santosa seperti dilansir Antara, Jumat (22/1/2021).

Hasil pengambilan sampel tersebut dibawa ke laboratorium untuk proses observasi lebih lanjut. Pihak desa setempat bersama Camat Kuta Utara dan Pemkab Badung dengan mendatangkan tiga alat berat untuk mengubur paus tersebut.

Adapun lokasi penguburan paus tersebut berada di Pantai Pantai Batu Belig, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.

Bangkai paus terdampar tersebut ditemukan mengapung pada Kamis, 21 Januari 2021, sekitar pukul 08.00 Wita oleh nelayan di Pantai Batu Belig, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Kemudian, pada pukul 10.00 Wita, bangkai paus tersebut terbawa arus hingga ke pinggir pantai.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Permana Yudiarso mengatakan paus tersebut terbawa air pasang yang mendorong hingga ke bibir pantai.

"Dilihat dari fisiknya sudah mengembung dan membusuk, jadi diperkirakan sudah sekitar 14 hari. Tidak ada luka yang dapat kita identifikasi karena tubuhnya sudah hancur membusuk juga di bagian ekornya, tapi perutnya utuh, tidak ada luka," kata Yudiarso.

Ia mengatakan paus mati biasanya karena sakit, bukan tertabrak kapal atau terkena tombak.

Habitat paus jenis ini biasanya di perairan tropis dan subtropis. Jadi kemungkinan besar habitatnya di wilayah selatan Bali.

Simak juga video '2 Paus Sperma Ditemukan Mati Terdampar di Perairan Bali':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)